'TONGSENG SULTAN'
Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
TITIKTEMU.CO - Kemarin, saya diundang makan siang sahabat lama, senior sekaligus guru saya: Ninok Leksono. Mas Ninok, begitu saya menyapanya, sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas Media Nusantara (UMN). Jabatan itu sudah dipercayakan padanya sejak 13 tahun silam.
Selama bertahun-tahun, kami bekerja di tempat yang sama: Kompas. Dulu, hampir tiap hari kami berdiskusi; membahas berbagai hal, berbagai isu— baik itu nasional maupun internasional—tentang media, juga SDM.
Baca Juga: PNS Mau Nonton Coldplay, Menpan-RB Beri Pesan Khusus : Mending digunakan untuk yang Lebih Produktif
Saya paling suka kalau Mas Ninok sudah bicara soal teknologi, persenjataan militer, dan juga astronomi. la sangat ahli dalam bidang itu. Tentu, juga tentang masalah-masalah strategis yang memang merupakan keahliannya.
Sambil menikmati (yang populer disebut "tongseng sultan") yang enak dan lezat di sebuah rumah makan kawasan Senayan, kami mengenang masa-masa lalu ketika masih sekantor.
Baca Juga: Bacaan Doa untuk Jemaah Haji agar Lancar Ibadahnya. Dibaca Rasulullah saat mengantar Sahabatnya
Pelan-pelan kami nikmati bone marrow & beef tongue "tongseng"(yang populer disebut tongseng sultan). Tongseng lidah dan sungsum yang kuahnya agak kental ini betul-betul rasa lezatnya nempel di lidah. Sambil ngobrol ngalor-ngidul seperti dulu, kami mengunyah daging lidah yang begitu empuk itu.
Namanya saja ngobrol, maka tidak ada fokus. Kami ngobrol banyak hal, termasuk pentas di panggung politik yang saat ini sudah mulai ramai, seperti pentas di pasar malam. Kami juga nyinggung para aktornya. Bukankah bicara panggung politik tanpa sekaligus aktornya tentu nggak seru, ibarat laut tanpa ombak.
***
Baca Juga: Manchester City ke Final Liga Champions, Impian Tiga Gelar Semusim Semakin Dekat