Baca Juga: Jadwal Padat, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Hadiri Undangan Di Malaysia
Prof mengingatkan; “Pers jangan terlena dengan kebebasan yang diberikan, Dewan Pers terus mengkampanyekan konten konten sehat biar kebebasan tidak kebablasan, kita harus tunjukan kepada publik” tutur Prof. Dan pesan ini yg kemudian disampaikan dalam literasi media di Tanah Datar.
Senin sore setelah selesai literasi media di Tanah Datar, kami diajak Prof menuju Desa Wisata Pariangan. Sambil makan kacang dan seruput kopi kawah, Prof menikmati pemandangan tanah leluhurnya, diiringi saluang lagu melayu yang syahdu.
Baca Juga: Dewan Pers Serahkan DIM RKUHP kepada FPDIP, Jangan Sampai Delik Kriminalisasi Terhadap Pers Lolos
“Saya menikmati betul suasana ini” ungkap Prof. Hari senja, kemudian kami kembali ke Hotel. Karena cape, Prof, saya, mas Agung dan mas Irwan sepakat istirahat lebih cepat. “Kang Yadi besok jam 5.30 pagi kita ketemu ya, sebelum kang Yadi ke AirPort, sarapan bareng” katanya.
Tak disangka, jam 5.45 pagi sudah turun dan sempat ngobrol ngalor ngidul sambil menemani sarapan “Saya setelah dari Padang rencana mau ke Malaysia menghadiri undangan Anwar Ibrahim” ungkap Prof.
“Prof jaga kesehatan, aktivitas Prof tidak berhenti” saya menimpali. Prof tidak menjawab, “Ayo Kang, takut kang Yadi ketinggalan pesawat” jam menunjukkan pukul 06.45 WIB, Prof meminta saya untuk segera menuju lobby hotel, wajar karena perjalanan Tanah Datar AirPort 2 jam lebih dan perjalanan tidak bisa diprediksi.
Baca Juga: Resmi! Sembilan Anggota Dewan Pers Menerima SK Pengukuhan dari Presiden
Tak seperti biasanya, Prof nganterin saya sampai lobby bahkan sampai saya naik kendaraan. Saya sempat larang Prof; “Prof tidak usah dianter, Prof istirahat saja”. Prof tersenyum, kemudian melambaikan tangan. Saya sempat melihat Prof yg bercahaya, tersenyum dan melambaikan tangan. Saya harus kembali ke Jakarta, tidak bisa menemani Prof yang masih punya agenda bertemu Gubernur Sumbar.
Saya mengenang Prof yang luar biasa, beberapa hari sebelum ke Padang, saya sempat menemani Prof tugas ke Bali dan sama sama makan siang di daerah Ubud. Prof sangat menikmati “saya merindukan suasana santai seperti ini” ungkap Prof.
Kami makan di sela sela kesibukan Prof membuka kegiatan “penyegaran ahli pers” acara yang digagas Mas Arief Zulkifli dan Mba Ninik. Sebelumnya Prof terlibat aktif dalam lobby RKUHP, ikut bertemu Prof Mahfud, Seluruh Fraksi di DPR, Komisi 3 dan Wamenkumham. Legacy Prof Insyaallah akan lahir, Prof memberikan sesuatu yang luar biasa meskipun singkat berada di Dewan Pers. Kami mencintai Prof, kami sayang sama Prof. Selamat jalan Prof, kami akan ingat dan laksanakan pesan Prof.
(Yadi Hendriana, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers)