Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Persis meminta kepada PSSI untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) selambat-lambatnya 30 hari setelah surat ini dikirim.
Adapun poin-poin tuntutan dari Persis yang harus dibahas di dalam KLB adalah:
1.Pengusutan tuntas Insiden Kanjuruhan, termasuk pelaksanaan proses hukum dan pertanggungjawaban moral sesuai dengan rekomendasi dari TGIPF. Siapapun yang bertanggungjawab, harus segera diproses hukum tanpa tebang pilih dan transparan.
2.Memberikan hak ganti kerugian kepada seluruh korban insiden Kanjuruhan, sekaligus jaminan keselamatan dan keamanan bagi para saksi untuk memberikan keterangan dalam proses hukum.
3.Mereformasi jajaran kepengurusan Komite Eksekutif dengan sosok yang berintegritas, profesional, bertanggungjawab, dan bebas dari konflik kepentingan.
Baca Juga: Enak ya, Bunda Corla teriak Asiapp, diganjar Rp 100 juta oleh Atta Halilintar
4.Mengganti direktur operator liga yang kini berstatus sebagai tersangka, agar bisa fokus pada penyelesaian proses hukum.
5.Amandemen statuta yang isinya bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang baik. Statuta PSSI harus menjadi pedoman yang memiliki prinsip menyelamatkan kepentingan publik/ keselamatan rakyat (salus populi suprema lex esto).
6.Menuntut Asosiasi Provinsi (ASPROV) untuk tidak sekadar menginduk pada keputusan pusat, tapi juga memiliki program kerja yang konkret dan terlibat aktif dalam pengembangan ekosistem sepakbola di wilayah yang dinaungi.
Selanjutnya Persis berharap agar tuntutan tersebut di atas bisa dipenuhi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui KLB demi
sepak bola nasional yang lebih baik dan bermartabat. Atas perhatiannya, kami
menyampaikan terima kasih.
Persis berharap dengan adanya surat resmi dan pernyataan sikap ini, insiden Kanjuruhan bisa segera menemukan titik terang dan sepakbola Indonesia bertransformasi ke arah yang jauh lebih baik.
Besar harapan Persis agar KLB ini bisa terlaksana, karena sebagai salah satu klub yang menginisiasi terbentuknya federasi, kami punya tanggung jawab
moral untuk tetap membawa PSSI pada keberpihakan publik. Bagi kami, yang lahir dari rahim para pendiri tak berhak berpaling dari hati nurani.
Lalu bagaimana tanggapan klub lainnya, atas tuntutan digelarnya KLB itu? PSM
Makassar memiliki pandangan yang berbeda.
Artikel Terkait
MENUNGGU SANKSI FIFA UNTUK PSSI ? - Tragedi Bola Indonesia di New York Times dan Washington Post
Ini 3 sanksi dari Komdis PSSI. Hukuman pertama, Arema FC dan panpel dilarang jadi tuan rumah dengan penonton
Temuan TGIPF: Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. Ada apa antara Jokowi dan PSSI ?
Mahfud MD Sebut PSSI hingga PT LIB Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan: Saling Menghindar
Shin Tae Yong Akan Mengundurkan Diri Imbas Tragedi Kanjuruhan! Ketua PSSI Ada Kaitannya!
Tragedi Kanjuruhan: TGIPF meminta Ketum PSSI mundur, Menpora bela Iwan Bule
Tragedi Kanjuruhan Malang: Presiden FIFA Gianni Infantino meminta PSSI tetap tenang hadapi situasi saat ini