TITIKTEMU.CO - Saat ini Tragedi Kanjuruhan sudah hampir terlewati dua bulan. Ratusan nyawa melayang ketika usai pertandingan Arema melawan Persebaya terjadi kericuhan antara Aremania denagn aparat keamanan.
Sejak tragedi itu terjadi, otomatis Liga 1 diberhentikan dulu. Direktur Operasional Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno mengatakan agenda managers meeting bersama 18 klub Liga 1 menghasilkan beberapa kesimpulan.
Ia menyebutkan, bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu arahan dari otoritas pemerintah perihal kelanjutan Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.
Namun dua klub, Persebaya dan Persis sepakat untuk menuntut digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, usai terjadi Tragedi Kanjuruhan itu.
Manajemen Persebaya, termasuk pemegang saham Persebaya Azrul Ananda, bahkan telah bertemu dengan manajemen Persis Solo, termasuk Kaesang Pangarep (Dirut Persis), juga dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu, semua pihak sharing tentang perkembangan terakhir sepak bola nasional, termasuk dampak kemasyarakatannya. Untuk kebaikan sepak bola nasional, Persebaya dan Persis sepakat mengajukan dua surat.
Baca Juga: TANPA MAKE UP! Ini Pendapat Ahli Kecantikan tentang Wajah Para Member BLACKPINK
"Yang pertama untuk diselenggarakannya KLB PSSI, untuk kebaikan sepak bola nasional secara menyeluruh. Tragedi Gelora Bandung Lautan Api Juni lalu, disusul tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu, begitu memukul kita semua," ungkap Azrul Ananda, seperti dilansir laman resmi Persebaya.
Yang kedua adalah mengajukan segera diselenggarakannya RUPS LB PT Liga Indonesia Baru, untuk membahas kepastian liga.
"Kami merasa diselenggarakannya RUPS LB PT LIB adalah justru yang paling urgent saat ini. Karena klub-klub semua harus mau duduk bersama membahas kepastian liga. Semoga klub-klub lain bisa melakukan hal yang sama supaya RUPS LB bisa terselenggara segera," pungkasnya.
Sementara itu, Persis secara resmi juga telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Dengan isi pernyataan sebagai berikut: Salam sepakbola. Sehubungan dengan pernyataan resmi klub pada 7 Oktober 2022 dan keterangan laporan
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan pada 14 Oktober 2022, PT Persis Solo Saestu (Persis) menganggap bahwa federasi dan operator liga belum memenuhi tanggung dan tuntutan yang telah disampaikan oleh Persis dan TGIPF.
Artikel Terkait
MENUNGGU SANKSI FIFA UNTUK PSSI ? - Tragedi Bola Indonesia di New York Times dan Washington Post
Ini 3 sanksi dari Komdis PSSI. Hukuman pertama, Arema FC dan panpel dilarang jadi tuan rumah dengan penonton
Temuan TGIPF: Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. Ada apa antara Jokowi dan PSSI ?
Mahfud MD Sebut PSSI hingga PT LIB Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan: Saling Menghindar
Shin Tae Yong Akan Mengundurkan Diri Imbas Tragedi Kanjuruhan! Ketua PSSI Ada Kaitannya!
Tragedi Kanjuruhan: TGIPF meminta Ketum PSSI mundur, Menpora bela Iwan Bule
Tragedi Kanjuruhan Malang: Presiden FIFA Gianni Infantino meminta PSSI tetap tenang hadapi situasi saat ini