Ratusan nyawa melayang setelah laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.
Baca Juga: Inilah Keutamaan memperbanyak shalawat Nabi di hari Jumat, bisa dikabulkan Segala Hajat
Setelah tragedi paling memilukan dalam sepak bola Indonesia tersebut, muncul desakan agar Mochamad Iriawan mundur dari posisinya. Desakan itu muncul dari beberapa kelompok suporter, netizen dan TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
"Bentuk pertanggungjawaban saya adalah seperti sekarang (di Malang). Ini bentuk pertanggungjawaban saya sebagai Ketua Umum (PSSI)," kata pria yang biasa disapa Iwan Bule itu ketika ditemui awak media di Malang, Selasa (5/10/2022) sore.
Menurut dia, memilih mundur itu sama saja dengan lari dari tanggung jawab. Jadi, ia memastikan akan mengawal Tragedi Kanjuruhan hingga usai. "Saya kalau mau lepas tanggung jawab di Jakarta saja. Ini saya namanya mengunjungi, menunggui anggota gitu ya. (Saya berada) di Malang sampai selesai," ucap pria berusia 60 tahun itu.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo mencetak gol setelah kembali bermain bersama Manchester United di Liga Europa
Boleh jadi adanya surat dari Persis, yang dirutnya anak Presiden Jokowi, yang
menuntut KLB, membuat Iwan Bule memikirkan ulang posisinya di PSSI.
Apalagi ketika Presiden Jokowi menemui Presiden FIFA, sepertinya Iwan Bule tak begitu banyak dilibatkan.
Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Usai pertemuan, Jokowi memberikan keterangan soal pembicaraannya dengan Infantino.
Baca Juga: Manchester City ke babak 16 besar Liga Champions, Ini Calon Lawan di Fase Gugur
Pada pers yang diberikan usai bertemu Infantino, Jokowi sama sekali tidak menyebutkan PSSI maupun sang ketua Mochamad Iriawan. Padahal, salah satu poin yang dibahas adalah transformasi sepak bola Indonesia.
Pertemuan Presiden FIFA dan Jokowi itu mendapat sorotan publik. Pasalnya, tidak terlihat kehadiran Iwan Bule, saat Presiden FIFA disambut Jokowi di Istana.
Diberitakan sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menggelar Managers Meeting bersama para kontestan BRI Liga 1 2022/2023 pada Sabtu (8/10) sore WIB. Agenda tersebut membahas perihal kelanjutan Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 usai tragedi di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.
Hadir pada agenda Managers Meeting yang diadakan secara virtual tersebut jajaran komisaris LIB yakni Juni Rachman (komisaris utama LIB), Ferry Paulus (komisaris LIB), Munafri Arifuddin (komisaris LIB), dan Andogo Wiradi (komisaris LIB).
Artikel Terkait
MENUNGGU SANKSI FIFA UNTUK PSSI ? - Tragedi Bola Indonesia di New York Times dan Washington Post
Ini 3 sanksi dari Komdis PSSI. Hukuman pertama, Arema FC dan panpel dilarang jadi tuan rumah dengan penonton
Temuan TGIPF: Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. Ada apa antara Jokowi dan PSSI ?
Mahfud MD Sebut PSSI hingga PT LIB Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan: Saling Menghindar
Shin Tae Yong Akan Mengundurkan Diri Imbas Tragedi Kanjuruhan! Ketua PSSI Ada Kaitannya!
Tragedi Kanjuruhan: TGIPF meminta Ketum PSSI mundur, Menpora bela Iwan Bule
Tragedi Kanjuruhan Malang: Presiden FIFA Gianni Infantino meminta PSSI tetap tenang hadapi situasi saat ini