'LOVE IN TURKEY' Episode 16, Oleh: Ahliya Mujahidin

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 11 Juli 2022 | 07:00 WIB
Flora Turki. Ilustrasi (id.wikipedia.org)
Flora Turki. Ilustrasi (id.wikipedia.org)

"Ada apa denganmu, Sabrina? Kenapa pakaianmu basah seperti ini?" tanya dokter Vera.

"Tidak apa-apa. Hanya tertumpah kopi." Aku tersenyum paksa.

"Sabrina. Aku minta maaf padamu." Kudengar suara Damian persis di belakangku.

"Maaf, sepertinya aku dan Dania harus pulang." Aku meraih tangan Dania. "Ayo, Dania, kita pulang." Aku mengajak Dania untuk pulang.

"Sabrina." Damian masih mengejarku.

Aku tak menanggapinya. Aku bergegas menuju mobil setelah menyebrangi jalan raya. Dania masuk ke dalam mobil ketika Nathan membuka pintu untuk Dania dan aku. Aku pun masuk ke dalam.

Aku merasa malu hari ini. Kenapa aku menuruti permintaan Damian untuk berbicara padaku jika akhirnya aku akan menanggung malu seperti ini. Aku hanya khawatir jika Jordan mengetahui semua ini. Aku takut jika aku harus kehilangan Jordan.

Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Donasi ACT, Mantan Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap Diperiksa Bareskrim lagi Senin

Aku dan Dania turun dari mobil setelah Nathan membukakan pintu untuk kami. Aku masuk ke dalam rumah.

"Ra, tolong gantikan pakaian Dania, aku mau ke kamar." Aku berkata pada Ira yang sudah menantiku di ruang tengah.

Ira mengangguk.

"Dania ganti pakaian sama Mbak Ira. Bunda mau ganti pakaian dulu. Nanti Dania menyusul ke kamar ya." Aku meninggalkan Dania di ruang tengah tanpa menunggu balasan dari Dania.

Aku masuk ke dalam kamar, lalu bergegas menuju kamar mandi. Aku menyiram pakaianku yang tertumpah kopi. Entah kenapa perasaan takut muncul di hatiku. Air mata begitu saja keluar dari mataku. Aku mengguyur semua tubuhku dari ujung kepala. Kupejamkan mata untuk menghilangkan semua yang ada di dalam pikiranku.

Aku keluar dari kamar mandi setelah merutuki diriku sendiri di dalam sana selesai. Aku duduk di tepi ranjang. Kutatap pahaku yang terasa perih akibat guyuran kopi panas. Kulihat memerah di bagian paha yang tersiram kopi panas. Aku meraih salep di laci dan mengoleskan di permukaan kulit yang memerah.

Aku segera mengenakan pakaian. Aku tidak ingin Jordan tahu masalah ini. Lebih baik aku cepat tidur agar tidak banyak pertanyaan yang dia lontarkan ketika tahu kejadian ini dari Dania. Aku merebahkan tubuh dan bergegas tidur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X