'LOVE IN TURKEY' Episode 16, Oleh: Ahliya Mujahidin

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 11 Juli 2022 | 07:00 WIB
Flora Turki. Ilustrasi (id.wikipedia.org)
Flora Turki. Ilustrasi (id.wikipedia.org)

"Tadi Dokter Vera ke sekolah Dania. Aku nggak tau maksud dia ingin menemuiku untuk apa. Aku buru-buru pulang karena bajuku kotor sekali terkena tumpahan kopi. Jadi aku belum bicara banyak padanya." Aku mengulas.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! God Bless Konser di Solo, Ini Jadwal dan Cara Beli Tiket

"Dia ingin memberikan ini padamu, tapi kamu terburu pergi. Dia mengundang kita ke acara ulang tahunnya besok malam." Jordan mengeluarkan sebuah undangan dari balik jasnya.

Aku menerima undangan itu dan membacanya.

"Bukankah di sana pun ada Damian? Ada apa dia menemuimu?"

Jadi Jordan sudah tahu jika aku bertemu dengan Damian? Semoga saja dia tidak tahu apa yang Damian ucapkan padaku.

"Dia rindu pada keponakannya. Dan sudah lama setelah kita pulang dari Turki, aku dan Dania belum bertemu dengannya karena dia sibuk." Aku tersenyum.

Maafkan aku karena harus menutupi semua ini darimu, Jordan. Aku tidak ingin kamu salah faham dan akan mengakibatkan kerenggangan pada hubunganmu, aku dan Damian. Aku tidak yakin semua akan baik-baik saja jika kamu tahu kejadian tadi. Semoga kamu tidak tahu dan semoga Damian tidak memberitahumu.

*

Baca Juga: TRAGIS! Jurnalis Perempuan Dilecehkan Oknum Penonton Saat  Meliput Laga PSS vs Borneo. Ini Langkah Panpel

Sejak kejadian itu, aku lebih banyak menyendiri. Damian banyak mengirim pesan padaku, tapi aku tidak membalasnya. Aku malas menanggapinya. Rencanaku makan malam dengan Jordan pun terpaksa kami batalkan karena aku merasa tidak semangat. Aku harus tetap biasa agar Jordan tidak merasa curiga padaku.

Aku menatapi pakaian yang akan kukenakan di acara ulang tahun dokter Vera. Dress merah hati masih terbungkus rapi di dalam kotak pakaian yang ada di hadapanku saat ini. Pakaian warna merah polos sangat tidak aku sukai, dan aku harus memakainya untuk acara ulang tahun dokter Vera. Aku menghela napas.

"Sabrina. Kamu sudah siap?"

Aku menoleh ke arah Jordan ketika dia membuka pintu kamar.

"Kamu belum siap? Ada apa?" Jordan menghampiriku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X