Kemenag menyebutkan, berdasarkan data hingga Minggu (5/6), jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi berjumlah 5.945 orang. Jumlah itu merupakan total dari 7 kloter jemaah haji yang telah diberangkatkan dari 5 embarkasi, yakni Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Solo, Surabaya, dan Padang.
Baca Juga: Kemenkes Buka Kesempatan Beasiswa Dokter Spesialis, Ayo Daftar!
Abdullah juga mengungkapkan bahwa selama pemberangkatan dan kepulangan jemaah haji Indonesia, pihaknya akan membagi menjadi dua gelombang.
Adapun gelombang pertama, jemaah yang mendarat di Bandar Udara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah akan menetap di Madinah dengan masa tinggal antara 8-9 hari untuk menjalankan ibadah Arbain, yakni salat wajib berjemaah dalam 40 waktu di Masjid Nabawi.
Baca Juga: Harga Tiket Naik Ke Candi Borobudur Rp 750 Ribu, Begini Cara Murah Mengenal dan Menikmati Borobudur
"Selama di Madinah, selain berziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi, jemaah juga akan mendapatkan paket ziarah ke berbagai tempat bersejarah seperti makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud," ujarnya.***
Artikel Terkait
Kemudahan Bagi Jamaah Haji Tahun ini, Mulai Layanan Air Zamsam Hingga SIM Card Gratis
Tidak Dibebankan kepada Jamaah. Pemerintah dan DPR Sepakat Menambah Anggaran Haji Sebesar Rp 1,5 Triliun.
Gelang Jemaah Haji Mengandung Data Identitas Diri. Ini Detil Isinya
Kloter Pertama Haji 4 Juni 2022. Berikut Jadwal Lengkap Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji
Banyak Jamaah Haji Masuk Kategori Risiko Tinggi, Hindari Dehidrasi dan Heatstroke
Kemenkes Siapkan Gelang Khusus Bagi Jamaah Haji Berisiko Tinggi. Ini Detail Fungsinya
Perhatian untuk Jemaah Haji 2022: Hasil PCR Maksimal 72 Jam Sebelum Berangkat ke Arab Saudi
Jamaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Lakukan Ibadah Arbain di Masjid Nabawi, Madinah
Tetap Prokes! Jika Hasil PCR Positif, Keberangkatan Jamaah Haji akan Ditunda Hingga Tes Covid 19 Negatif