Hati-hati Memilih Hewan Kurban di Tengah Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 3 Juni 2022 | 07:55 WIB
Gejala klinis lain adalah kuku yang terlepas sehingga menyebabkan sapi pincang (Freepik)
Gejala klinis lain adalah kuku yang terlepas sehingga menyebabkan sapi pincang (Freepik)

TITIKTEMU.CO - Sekitar satu bulan lagi, umat muslim akan merayakan Idul Adha atau kerap disebut sebagai Idul Kurban.

Pada perayaan ini, umat muslim yang mampu menyembelih hewan kurban mengikuti langkah Nabi Ibrahim yang diberi ujian Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail. Yang kemudian oleh kebesaran Allah, Nabi Ismail digantikan oleh hewan kurban.

Namun di tengah antusiasme masyarakat muslim untuk melakukan kurban, saat ini harus lebih berhati-hati memilih hewan kurban sehubungan merebaknya penyakit mulut dan kuku, yang menyerang hewan ternak kambing dan sapi.

Baca Juga: Cek Detilnya Disini! Jadwal Lengkap Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Tahun 2022

Masyarakat harus berhati-hati memilih hewan kurban. Beberapa hal ini yang harus diperhatikan.

Dokter Hewan (drh) M Taufiq Fadhlullah dari Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia menjelaskan beberapa gejala klinis yang dialami pada hewan ketika terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurutnya, virus PMK ini tidak hanya menyerang sapi, domba, dan kambing saja tetapi semua hewan berkuku belah. Di antaranya kerbau, babi, rusa, kijang, unta, dan gajah.

Baca Juga: Atalia: Di Sungai Aare yang Luar Biasa Cantik Ini, Mamah Lepaskan Kamu…

Taufiq memberikan contoh pada sapi. Jika terkena virus PMK maka lidah sapi akan terlihat seperti sariawan. Ini menjadi penyebab sapi tidak mau makan dalam rentang waktu 1-14 hari, sehingga sapi semakin kurus.

“Tergantung dari berapa banyak virus yang terhirup atau yang ada di dalam tubuhnya sehingga menyebabkan sapi semakin kurus, hingga kadang-kadang ambruk atau tidak bisa bisa berdiri,” ungkap Taufiq dalam agenda kajian keagamaan mengenai PMK bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara daring, pada Selasa (31/5/2022) malam.

Gejala klinis lain adalah kuku yang terlepas sehingga menyebabkan sapi pincang. Gejala ini berawal dari luka kuku di bagian bawah seperti lecet.

Baca Juga: Ini Link PDF Cerita Horor Ranjat Kembang, Akhir dari Trilogi Sewu Dino SimpleMan

Taufiq menganalogikan seperti kaki manusia yang lecet akibat memakai sepatu tetapi tidak mengenakan kaus kaki.

Selain itu, ia mengaku mendapat kabar bahwa ada sapi di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat yang lidahnya melepuh. Bahkan kulit lidah sampai hilang dan hanya terlihat dagingnya saja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X