• Selasa, 4 Oktober 2022

Ramai Tagar Yogya Darurat Klitih, IPW Minta Fungsi Intel dan Binmas Polri Dikedepankan

- Jumat, 8 April 2022 | 12:11 WIB
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (pic. titiktemu-agushermanto)
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (pic. titiktemu-agushermanto)

TITIKTEMU.CO JAKARTA – Peristiwa kriminal jalanan baik pembegalan, tawuran antar geng, sampai fenomena klitih di Yogyakarta dengan pelaku remaja atau pelajar belakangan ini menjadi sorotan banyak pihak.

Para pelaku tak jarang pelaku melukai dengan senjata tajam hingga korban mengalami luka berat dan bahkan meninggal dunia.

Baca Juga: Polres Jepara Ringkus 5 Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur

Baca Juga: Lima Laga Klasik yang Menentukan Juara Liga Premier Inggris. Semuanya Melibatkan Manchester United

Terakhir di Yogyakarta, Minggu (3 April 2022) seorang pelajar bernama Dafa Adzin Albasith (18), tewas terkena sabetan benda tajam dari geng lainnya di jalanan Gedongkiuning, Yogyakarta.

Akibatnya, ramailah media sosial dengan tagar #YogyaTidakAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih.

Baca Juga: Sultan HB X Pastikan Pedestrian Malioboro Sudah Berfungsi Sebagaimana Mestinya

Dalam catatan Indonesia Police Watch (IPW), pada tahun 2021 lalu ada 58 kasus klitih dengan 40 kasus terungkap dan 102 orang ditangkap. Sementara, tahun 2020 tercatat ada 52 laporan tentang klitih dengan 38 kasus terungkap dan 91 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait aksi klitik yang kembali terjadi  Indonesia Police Watch (IPW) menilai ada tujuh langkah dalam mengatasi keamanan dan rasa nyaman warga dari klitih di Yogyakarta oleh Polri.

Halaman:

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FIX! Sambo tak lagi jadi bagian institusi Polri

Jumat, 30 September 2022 | 17:11 WIB
X