Bagaimana Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Ini

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Selasa, 29 Maret 2022 | 13:22 WIB
Ustadz  Adi Hidayat (UAH). (Ustadz Adi Hidayat Official)
Ustadz Adi Hidayat (UAH). (Ustadz Adi Hidayat Official)

TITIKTEMU.CO – Menjelang Ramadhan ada tradisi ziarah kubur yang sudah turun temurun, terutama ke makam orang tua dan leluhur yang sudah meninggal dunia.

Apa sebenarnya hukum dari ziarah kubur, dan apakah umat Islam boleh melakukan ziarah kubur?

Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut ziarah kubur boleh dilakukan. Dia lebih dulu menjelaskan arti kata ziarah yang bermakna kunjungan.

Baca Juga: 25 Twibbon Menyambut Ramadhan 2022 untuk Jadi Profil di WA, IG dan FB. Lengkap dengan Cara Memasangnya

“Jadi ziarah tidak hanya mengunjungi orang yang sudah wafat saja, ziarah juga bisa diartikan mengunjungi orang yang masih hidup,” kata UAH, sapaan Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal YouTube Audio Dakwah berjudul Hukum Ziarah Kubur.

Namun, UAH menyebutkan ada hal-hal yang tidak boleh dilalukan umat Islam saat ziarah kubur. Hal yang dilarang rang itu, menurut UAH, jika niat ziarah kubur adalah memohon kepada kuburan atau si mati.

“Jadi luruskan niat dulu bahwa ziarah kubur itu untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, maka dibolehkan. Kalau niatnya mendoakan, Nabi Muhammad SAW pun  mengatakan silakan ziarah kubur,” ujarnya.

Baca Juga: Selama Ramadhan ASN Kerja Mulai Pukul 08.00, Ini Aturan Lengkapnya

Ustadz Adi Hidayat mengatakan pada zaman dulu Rasulullah SAW pernah melarang untuk ziarah kubur karena  saat itu iman orang masih lemah.

Di zaman jahiliyah, lanjut dia, ada kebiasaan orang meratap-rapat di kuburan. Mereka melakukan hal itu agar orang yang meninggal dianggap orang baik.

“Bahkan sampai ada penyewaan jasa orang menangis. Semakin banyak yang menanis, maka semain baik orang itu,” ujarnya.

Kebiasaan tersebut menjadi budaya di masyarakat jahiliyah. Jika tradisi itu kuat di masyarakat, maka iman akan lemah. Sebab itu ziarah kubur dilarang Nabi Muhammad SAW pada zaman itu.

Baca Juga: Hukum Tradisi Ruwahan Jelang Bulan Ramadhan, Ini Kata Buya Yahya

“Larangannya sebenarnya bukan tidak boleh ziarah kubur, tapi dikhawatirkan tradisi zaman jahiliyah akan lebih kuat,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X