Arif menambahkan, Soekarno ingin memindahkan IKN saat itu, pasti ada motif yang berbeda dengan sekarang.
Menurut Arif, berbagai motif dan alasan melatarbelakangi perpindahan IKN.
Sebagai misal, IKN pernah pindah ke Yogyakarta 1946, karena kondisi Jakarta secara politik tidak aman, revolutif dan di bawah ancaman agresi militer Belanda.
Baca Juga: Mely, Bayi Orangutan ke-100 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau
Arif menyatakan, kalau gagasan IKN mau dipindahkan Soekarno pada tahun 1957 ke Palangkaraya, itu pun sangat mungkin, karena salah satunya adanya intrik politik militer 1957 dengan gerakan separatisme dari berbagai daerah, sehingga IKN (Jakarta) tidak aman.
“Jadi, persoalan perpindahan IKN ini, bukan sekedar relevan atau tidak, namun seberapa jauh urgensi dan kesiapan berbagai bidang dalam mengatur keseimbangan dan keadilan pembangunan. Lebih jauh lagi, kebijakan makro dalam konteks pembangunan, termasuk perpindahan IKN jangan sampai ahistoris dan bersifat politis,” jelas Arif.***
Artikel Terkait
RUU Ibu Kota Negara Selesai, Pemimpin Ibu Kota Baru Tidak Dipilih Lewat Pilkada
Pesawat Amphibi Buatan Indonesia Siap Menjelajah Nusantara
Diujicobakan, Kereta Api Jakarta-Surabaya Berbahan Bakar Gas: Sinergi PT KAI-Subholding Gas Pertamina
Siap-Siap, Ibu Kota Baru Indonesia di Kaltim, Akan Pindah pada Semester 1 Tahun 2024
Nusantara Nama Ibu Kota Negara Baru Pilihan Presiden Joko Widodo dari 80 Usulan Nama