TITKTEMU.CO TANAH BUMBU – Warga di ibukota Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan baru-baru ini dikejutkan dengan munculnya buaya yang berkeliaran di area publik di tengah kota.
Peristiwa yang tepatnya terjadi tanggal 2 Januari di 2022, seperti ditulis laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu pun viral dan menjadi perhatian instansi terkait.
Baca Juga: Tundukkan Lazio 1-2, Inter Milan Kembali ke Puncak Klasemen Serie A Italia
Baca Juga: Undian Pertandingan Putaran Keempat Piala FA: Manchester City, dan Chelsea Bertemu Klub Divisi Bawah
Petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III yang mendapat laporan terkait kemunculan Buaya Muara (Crocodylus porosus) segera bertindak.
Awalnya, kaporan disampaikan Assarudin seorang anggota polisi yang berdinas di Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Akhirnya Kejutan Terjadi di Piala FA, Juara 14 Kali FA Cup Arsenal Tersingkir oleh Nottingham Forest
Polisi itu awalnya melaporkan ada buaya di halaman Hotel Surya, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumnu. Berselang satu jam kemudian buaya menyebrang dan masuk ke drainase jalan.
Mendapat laporan tersebut Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Nikmat Hakim Pasaribu, SP, M.Sc menugaskan Kepala Resort Taman Wisata Alam Pulau Burung Pulau Suwangi Sdr M. Tejar untuk mengevakuasi buaya tersebut.
Proses evakuasi dibantu oleh anggota Polres Tanah Bumbu, petugas damkar dan masyarakat sekitar. Buaya yang dievakuasi memiliki panjang kurang lebih 2 meter.
Baca Juga: Saat Wali Kota Muchamad Nur Aziz Melantik 1.224 Ketua RW & RT se-Kota Magelang
Setelah secara visual terlihat buaya yang dievakuasi sehat dan tidak ditemukan kejanggalan maka selanjutnya dititip rawatkan ke Lembaga Konservasi Fauna Jhonlin Lestari yang ada di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc menyatakan evakuasi satwa liar seperti buaya merupakan salah satu bentuk konservasi khususnya perlindungan untuk menghindari potensi konflik satwa menyerang warga sekitar.
“Kami mengapresiasi laporan warga secara langsung ke seksi dan atau resort terdekat atau melalui Call Center 0812 4849 4950 untuk mencegah konflik satwa liar dan manusia” pungkas Dr. Mahrus. ***
Artikel Terkait
Ozzie Gorila Tertua Berusia 60 Tahun di Kebun Binatang Atlanta Dilaporkan Terinfeksi Covid-19
Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Lomba Burung di Purbalingga Dibubarkan
Anies Baswedan Apresiasi Petugas Damkar Selamatkan Seekor Burung Gereja Nyangkut di Kabel Listrik
Giatkan Perokonomian Pasca Pandemi, Warga Sragen Ciptakan Aplikasi Jual Beli Satwa Anti Kerumunan
Basmi Tikus, Klaten Kembangkan Burung Hantu
Sarang Burung Walet, Liur Paling Berharga dan Termahal Ada di Indonesia