TITIKTEMU.CO JAKARTA - Setelah milenial (2019) dan pandemi (2020), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan vaksin sebagai Kata Tahun Ini (KTI) 2021.
KTI merupakan kata atau istilah yang ada dalam KBBI dan dipilih karena dapat mewakili fenomena yang paling mendominasi sepanjang tahun tertentu.
Baca Juga: Vaksin Booster Mulai 12 Januari, Cek Harganya
Baca Juga: Jangan Ada Lagi Kasus Vaksin Expired di Jawa Tengah!
KTI tidak hanya berupa kata tunggal, tetapi dapat juga berupa frasa atau istilah untuk konsep tertentu.
Di antara kata/istilah yang diusulkan menjadi menjadi Kata Tahun Ini, seperti infodemik, krisis iklim/darurat iklim, krofel, lokapasar, dan presidensi; kata vaksin ditetapkan sebagai KTI 2021 berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu popularitas dan penggunaan kata vaksin di berbagai kalangan yang dibuktikan dengan data dari Google Trends, serta keluasan distribusinya.
Baca Juga: Pemkab Temanggung Genjot Vaksin Bagi Anak Usia 6-11 Tahun
Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, pada acara Taklimat Media di Kantor Kemendikbudristek, Senayan Jakarta, baru-baru ini menyampaikan sejalan dengan gencarnya pemerintah melakukan vaksinasi, banyak masyarakat yang menggunakan kata ini dalam kesehariannya.
“Fenomena ini membuat kata vaksin sering digunakan sepanjang tahun,” ungkap E. Aminudin Aziz.
Vaksin bukanlah kata baru. Di KBBI vaksin sudah muncul sejak edisi pertama. Kata ini kembali ramai dibicarakan di berbagai media sejak pandemi Covid-19 melanda.
Popularitas kata vaksin pada 2021 sangat tinggi karena sejak awal tahun pemerintah berupaya melakukan vaksinasi untuk menanggulangi Covid-19, dan melindungi masyarakat. Upaya ini menimbulkan pro dan kontra, baik dari segi kehalalan, keamanan, dan keefektifannya.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa, Dora Amalia, menjelaskan bahwa Google Trends digunakan sebagai pembanding untuk memperlihatkan kata populer dalam satu tahun terakhir.
Kata ‘vaksin’ dibincangkan di 34 provinsi di Indonesia dengan tren kenaikan pada bulan Juli. Kemudian melandai saat memasuki bulan November dan naik kembali di awal bulan Desember semenjak dibukanya vaksinasi untuk anak-anak.
Artikel Terkait
Sah! BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun
Lagi, Indonesia Terima 134.560 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Inggris
1.000 Dosis Vaksin dan Paket Bansos untuk Warga Kabupaten Semarang
Saat Pak Bhabin di Ungaran Gendong Lansia Agar Bisa Ikut Vaksin…
Pemerintah Dorong Sekolah-Sekolah Bisa Segera Adakan PTM Secara Terbatas
Pemerintah Perpendek Masa Karantina WNI yang Tiba dari Perjalanan Luar Negeri
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Karantina: Jangan Ada Dispensasi & Kejadian Bayar-bayar Lagi!
Efektif, Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Semarang Saat Nataru
PPKM Diperpanjang, Jakarta Kembali Level 2 , Sekolah Tatap Muka Batal?