Baca Juga: Vaksin Booster Mulai Januari, Hanya Gratis untuk 83 Juta Orang, Ini Syaratnya
Topik yang berkaitan dengan pencarian kata vaksin di mesin pencari Google pada tahun ini adalah PeduliLindungi, sertifikat vaksin, lokasi vaksin terdekat, efek vaksin, dan jenis-jenis vaksin.
“Untuk menentukan KTI, dilihat pula ketersebaran sepanjang tahun yang merata juga menjadi kriteria pemilihan kata ‘vaksin’. Jumlahnya jutaan dan frekuensi penggunaan ini dinamis, saat kami menentukan, jumlahnya di atas 10 juta pencarian,” jelas Dora.
Pembahasan kata vaksin di bidang bahasa ada pada penggunaan imbuhan di- yang menyertai kata ini dalam slogan “Saya sudah divaksin”. Masih banyak penutur bahasa Indonesia yang salah menuliskan kata "divaksin" menjadi "di vaksin". Terlepas dari masalah itu, slogan “Saya sudah divaksin” menjadi kampanye positif di masa pandemi dan membuat kata vaksin semakin populer.
Baca Juga: Tidak Semuanya Gratis! Vaksin Booster Covid-19 Diberikan Awal 2022, Ini Bocoran Harganya
Dilihat dari segi popularitas, penggunaan, dan distribusinya di seluruh provinsi di Indonesia, kata vaksin merupakan kata yang tepat untuk dijadikan Kata Tahun Ini di 2021. Melalui KTI 2021 ini, Badan Bahasa juga turut mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.
KTI dikembangkan selama tiga tahun terakhir, tujuan Badan Bahasa mengangkat KTI untuk mengkaji kata yang populer baik kata baru maupun lama yang muncul ke permukaaan yang banyak digunakan masyarakat pengguna bahasa sebagai wujud ungkapan yang menggambarkan fenomena pada tahun itu. ***
Artikel Terkait
Sah! BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun
Lagi, Indonesia Terima 134.560 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Inggris
1.000 Dosis Vaksin dan Paket Bansos untuk Warga Kabupaten Semarang
Saat Pak Bhabin di Ungaran Gendong Lansia Agar Bisa Ikut Vaksin…
Pemerintah Dorong Sekolah-Sekolah Bisa Segera Adakan PTM Secara Terbatas
Pemerintah Perpendek Masa Karantina WNI yang Tiba dari Perjalanan Luar Negeri
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Karantina: Jangan Ada Dispensasi & Kejadian Bayar-bayar Lagi!
Efektif, Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Semarang Saat Nataru
PPKM Diperpanjang, Jakarta Kembali Level 2 , Sekolah Tatap Muka Batal?