TITIKTEMU.CO, Jakarta - Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Singka mengatakan sebagian korban guguran awan panas Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, mengalami luka bakar.
"Korban dari lapangan terpantau bahwa sebagian adalah luka bakar," kata Eka Jusuf Sinka dalam keterangan pers melalui YouTube BNPB, Sabtu malam (4/12).
Eka telah menginstruksikan agar Puskesmas yang ada di sekitar lokasi bencana untuk mempersiapkan segala pelayanan kesehatan yang diakibatkan oleh bencana Gunung Semeru.
Baca Juga: Penurunan Pendapatan dari Pariwisata Karena Pandemi Lebih dari 50 Trilyun Rupiah
Tim Puskris Kemenkes dari Surabaya dan DKI Jakarta, kata Eka, sedang dikerahkan memberi bantuan perawatan kepada korban ke Lumajang.
"Sebagian juga sudah ada di Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kantor Pusat Krisis dan Dinas Kesehatan Jawa Timur mereka membawa logistik sudah bergerak ke Lumajang dari Surabaya dan dari Jakarta," katanya.
Sementara itu Kementerian Kesehatan (kemenkes) melaporkan jumlah korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang berjumlah 45 orang hingga Sabtu malam.
Baca Juga: Liga Serie A: AC Milan Tempati Puncak Klasemen Sementara Setelah Kalahkan Salernitana di Pekan 16
"Sementara ini luka bakar 45 orang, yang berat dan dirujuk ke RSUD dan RS Bhayangkara 17 orang," kata Menteri Kesehatan (menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta.
Menkes mengatakan mayoritas korban luka bakar diperkirakan tertimbun material erupsi Semeru.
"Kondisi gelap, tidak bisa melarikan diri. Situasi belum aman. Juga diperkirakan banyak pekerja tambang pasir terperangkap," kata Menkes.
Baca Juga: INFO LOKER: Kompas TV Buka Lowongan Kerja dan Program Magang Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir
Laporan yang diterima Menkes menyatakan rata-rata korban menderita luka bakar grade 2A-B. Luka bakar di atas 50 persen dialami enam orang, korban yang dirawat di ICU sebanyak empat orang.
"Korban yang dirujuk ke RSUD Dr Haryoto satu orang karena butuh infus vena sentral," katanya.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Dua Kecamatan Gelap Gulita Diguyur Hujan Abu
Gunung Semeru Meletus, Diawali Guguran Lahar Hingga Akhirnya Erupsi
Warga Diminta Menjauhi Aliran Sungai yang Berhulu di Gunung Semeru
Aman! Erupsi Gunung Semeru Tak Ganggu Penerbangan
Gunung Semeru Meletus, Sementara Tercatat Menelan Satu Orang Korban Jiwa
Gunung Semeru meletus, Kepala BNPB bertolak ke Lumajang , Cek Penanganan Dampak Erupsi