TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) harus dievaluasi secara menyeluruh.
Seruan itu menyusul munculnya sebanyak 1.296 sekolah yang melaporkan klaster Covid-19 pasca pelaksanaan PTM.
Menurut, Rerie, sapaan Lestari Moerdijat, munculnya ribuan klaster sekolah di sejumlah daerah diduga karena belum meratanya kesiapan penyelenggara PTM.
Baca Juga: Muncul Klaster Sekolah, Bupati Jepara Kembalikan Semua Sekolah ke Pembelajaran Daring
“Evaluasi secara menyeluruh harus segera dilakukan. Keamanan siswa dan tenaga pengajar harus dikedepankan,” kata Ririe dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).
Data Kemendikbudristek per 20 September 2021 dari 46.500 sekolah penyelenggara PTM, sebanyak 2,8 persen (1.296 sekolah) melaporkan klaster Covid-19.
Rerie menyayangkan munculnya klaster sekolah. Dia mendukung langkah menghentikan sementara PTM, sekaligus diikuti upaya tes dan penelusuran untuk mencegah penyebaran virus.
Baca Juga: Gibran Ancam Tutup Sekolah Jika Muncul Klaster COVID-19
Menurut dia, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi sejumlah daerah terkait penyelenggaraan PTM.
Dilansir TITIKTEMU.CO dari Kantor Berita Antara, kata Rerie, pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan secara matang untuk menghindari terjadinya klaster sekolah.
“PTM iki kan sebenarnya untuk menekan ancaman learning loss. Tapi jika kondisi belum siap ya jangan dipaksakan,” ujar anggota Komisi X DPR RI itu.
Baca Juga: Muncul Klaster Baru Covid-19 Usai PTM, Gubernur Ganjar Minta Kemenag Tutup Sebuah Madrasah di Jepara
Bentuk kesiapan itu, lanjut dia, pihak penyelenggara pendidikan harus memiliki sistem guna memastikan peserta didik dan tenaga pengajar sehat dan tidak terpapar virus.
Selain itu, vaksinasi juga harus menjadi syarat utama bagi semua kalangan pendidikan, mulai siwa, tenaga pengajar, dan karyawan sekolah.
Artikel Terkait
Tinjau Vaksinasi di SMAN 1 Kartasura, Presiden Jokowi: Segerakan PTM Jika Syaratnya Terpenuhi
Vaksinasi Pelajar SMP di Sragen, Bupati Yuni: Targetnya Minggu Ini Semua Sudah Disuntik
Gibran Ancam Tutup Sekolah Jika Muncul Klaster COVID-19
Duh, Covid-19 di Singapura Melonjak 1.504 Kasus, 2 Orang Dilaporkan Meninggal
Wisata Air Purbalingga Ditutup Lagi Setelah Ujicoba 2 Pekan. Apa Sebabnya?
Kemendagri Gelar Tracing Covid-19 Bagi Pegawai Ditjen Dukcapil Gunakan Mobile Lab PCR