Muncul Klaster Baru Covid-19 Usai PTM, Gubernur Ganjar Minta Kemenag Tutup Sebuah Madrasah di Jepara

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Selasa, 21 September 2021 | 19:45 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penanganan Covid-19 Jawa Tengah, Selasa 21 September 2021 (pic. laman jatengprov.go.id)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penanganan Covid-19 Jawa Tengah, Selasa 21 September 2021 (pic. laman jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan telah mengadakan komunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menutup sebuah madrasah di Kabupaten Jepara.  Langkah gubernur itu diambil menyusul dugaan munculnya klaster baru di madrasah tersebut.

Dikutip titiktemu.co dari laman jatengprov.go.id, Ganjar menyampaikan, berdasarkan laporan, sedikitnya 25 siswa dan tiga guru terdeteksi positif Covid-19, setelah mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Beberapa kejadian di MTs (Madrasah Tzanawiyah) Kabupaten Jepara, ditemukan 28 orang terdeteksi, 25 siswa dan 3 orang guru. Saya sudah komunikasi dengan kemenag untuk tutup. Jangan sampai kita nanti dikasih stempel gagal,” tegas Gubernur Ganjar Pranowo, usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19,  di Ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: KPK Perpanjang Penahanan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Suaminya Hasan Aminudin

Sementara terkait munculnya kasus baru di Kabupaten Blora, Ganjar menuturkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Bupati Blora untuk memastikan temuan kasus tersebut. Ternyata, kasus positif Covid-19  di sekolah itu ditemukan saat dites screening, sebelum PTM dilaksanakan.

Namun demikian, gubernur sangat menyayangkan munculnya kasus di Blora, lantaran hasil temuan ternyata justru kebanyakan berasal dari guru. Maka, ia pun memerintahkan, seluruh Kepala Dinas Pendidikan harus mengecek dan memastikan semua guru punya kesadaran untuk sehat.

Baca Juga: Ingin Stop Merokok??...Coba Cara Beberapa Tips Berhenti Merokok Ini

“Yang menarik semuanya itu orang tua, artinya guru. Maka, saya perintahkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan harus ngecek.  Pastikan guru sendiri punya kesadaran untuk sehat. Kalau tidak, ini bahaya.,” tandasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: www.jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X