Kematian Nakes Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Asia: Sampai Sekarang Benar-benar Kehilangan...

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Minggu, 12 September 2021 | 11:52 WIB
Ilustrasi nakes. (Pixabay)
Ilustrasi nakes. (Pixabay)

“Akan selalu ada dokter baru, perawat baru. Tapi pengalaman dan pengetahuan dokter-dokter senior itu tak bisa tergantikan,” ujar kata Dedi.

Dedi menyebutkan angka kematian nakes seharusnya bisa ditekan jika sejak awal pemerintah memberikan perhatian ekstra kepada mereka.

Baca Juga: Update Covid-19, Ini 10 Daerah dengan Kasus Tertinggi di Indonesia

Perhatian ekstra itu mulai dari pengadaan alat pelindung diri (APD), vitamin, obat-obatan, dan tes berkala Covid-19.

“Di lapangan, sejumlah rumah sakit mengeluhkan kekurangan masker, dan hazamat. Para dokter terpaksa membeli sendiri atau menerima sumbangan dari masyarakat,” kata dia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perbandingan ideal dokter dalam memberikan pelayanan adalah 1 banding 1.000 penduduk.

Baca Juga: Kondisi Penanganan Covid 19 Nasional Alami Perbaikan. Mana 5 Daerah Yang Terbaik Perkembangannya?

Di indonesia, rasio dokter dan penduduk adalah 4 banding 10.000. Sedangkan di Singapura 2 dokter per 1.000 penduduk.

“Untuk beberapa kota besar rasio mendekati ideal. Tapi di daerah-daerah terpencil tidak. Dengan banyaknya nakes yang meninggal, rasio akan semakin timpang,”  jelas Dedy.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) di Kementerian Kesehatan, Trisa Wahjuni Putri, mengakui para guru besar dan  dokter spesialis yang meninggal tak bisa tergantikan secara instan.

Baca Juga: Semua Test Covid 19 Tidak Bisa Mendeteksi Varian Virus

Saat ini, lanjut dia, kementerian sudah membuat perencanaan untuk mengisi kekosongan nakes di fasilitas kesehatan.

Salah satunya adalah dengan mengirim dokter lulusan baru atau berstatus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tingkat akhir ke rumah sakit yang kekurangan nakes.

Hal yang sama juga dilakukan untuk perawat. Kemenkes bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan untuk  menerjunkan mereka yang sudah lulus uji kompetensi.

Baca Juga: Awas , Walah Sudah Sembuh , Long Covid Masih Mengintai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X