Ini Surat Terbuka Korban Perundungan dan Pelecehan Massal di KPI, Ditujukan untuk Presiden Jokowi

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Jumat, 3 September 2021 | 21:59 WIB
Ilustrasi perundungan dan pelecehan di KPI. (Pxfuel)
Ilustrasi perundungan dan pelecehan di KPI. (Pxfuel)

TITIK TEMU.CO

Komisi Penyiran Indonesia (KPI) diguncang isu perundungan dan pelecehan masal yang diduga melibatkan sejumlah stafnya. Kasus ini mencuat setelah korban, seorang pria inisial MS yang juga staf di KPI, menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Surat itu tersebar lewat aplikasi pesan singkat WhatsApp dan menjadi viral di media sosial. Pihak KPI menonaktifkan 7 staf yang diduga sebagai pelaku, dan menyerahkan kasusnya ke polisian, Jumat (3.9/2021).  

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelecehan Massal di Komisi Penyiaran Indonesia, 7 Staf KPI Dinonaktifkan

MS dalam suratnya mengaku perlakuan itu membuatnya mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) berkepanjangan. MS juga mengaku telah melaporkn apa yang dialaminya ke Komnas HAM, atasan di kantornya, dan kepolisian, namun tidak ada penyelesaian.

Baca Juga: Polisi Akan Memanggil Para Terduga Pelaku Pelecehan Massal di Komisi Penyiaran Indonesia KPI

Berikut isi surat MS yang ditujukan kepada Presiden Jokowi:

Yang Terhormat Presiden Joko Widodo,

Saya seorang Pria, berinisial MS, hanya ingin mencari nafkah di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat), saya hanya ingin bekerja dengan benar, menunaikan tugas dari pimpinan, lalu menerima gaji sebagai hak saya, dan membeli susu bagi anak semata wayang saya.

Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh.

Baca Juga: Hujatan Warganet Banjiri Postingan Lawas Hasan Aminuddin dan Puput Tantri

Sejak awal saya kerja di KPI Pusat pada 2011, sudah tak terhitung berapa kali mereka melecehkan, memukul, memaki, dan merundung tanpa bisa saya lawan. Saya sendiri dan mereka banyak. Perendahan martabat saya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga saya tertekan dan hancur pelan pelan.

Tahun 2015, mereka beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan MENCORAT CORET BUAH ZAKAR SAYA MEMAKAI SPIDOL.

Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat? Sindikat macam apa pelakunya? Bahkan mereka mendokumentasikan kelamin saya dan membuat saya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu. Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X