"Jangan membuatku bingung, Sabrina."
"Jawabannya ada di dirimu." Aku membalasnya. "Sekarang aku mau siap-siap untuk menjemput Dania. Bukankah kamu akan bertemu dengan orang penting?" Aku berlalu dari hadapannya untuk menyiapkan pakaian kantornya.
Baca Juga: WIMBLEDON 2022: Novak Djokovic Juara Wimbledon untuk Ketujuh kalinya
"Nanti malam, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Usahakan Dania tidur lebih awal." Jordan menghampiriku, meraih pakaian yang sudah kusiapkan.
Aku masih merapikan jilbabku. "Ke mana?"
"Bukan kejutan jika kuberi tahu sekarang."
Aku menoleh ke arahnya. Kulihat dia sedang mengaitkan kancing kemejanya. Dia selalu ada banyak cara memberi kejutan.
Deringan ponsel memecah suasana. Jordan meraih ponselnya dan mengangkat telepon dari seseorang. Aku berlalu keluar setelah pakaianku rapi. Jordan mengikutiku dari belakang.
Aku tiba di teras rumah. Kulihat mobil hitam mengkilap dengan hiasan pita di atasnya berada di teras. Nathan turun dari mobil itu.
"Bagaimana? Kamu suka?"
Aku menoleh ke belakang. Jordan menghampiriku.
"Mobil ini ...?"
"Ya. Mobil itu untukmu, Sabrina. Ini hadiah yang kumaksud tadi." Jordan menerima kunci dari Nathan.
"Tidak. Ini berlebihan, Kak." Aku menggeleng.
Jordan meraih tanganku. Dia memberikan kunci mobil itu padaku. "Aku akan bahagia jika kamu menerima hadiah dariku. Ini untukmu. Kamu bisa memakainya kapan saja tanpa harus menunggu aku, Nathan atau taksi."