nasional

Pengendalian Covid-19 Terus Dievaluasi: Kasus Positif Luar Jawa-Bali Meningkat, BOR RS dan Isoter Terkendali

Senin, 28 Februari 2022 | 10:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) baik di rumah sakit (RS) maupun isolasi terpusat (isoter) masih terkendali. (pic. ekon.go.id)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Evaluasi perkembangan pengendalian pandemi Covid-19 secara nasional setiap minggu terus dilakukan Pemerintah, termasuk evaluasi atas pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini bertujuan memantau efektivitas pelaksanaan berbagai kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) agar memberikan hasil yang terbaik dalam upaya pengendalian pandemi, sekaligus menjaga perekonomian nasional.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan Karantina Tiga Hari Bagi PPLN, Berlaku Mulai Selasa 1 Maret 2022

Baca Juga: Migrasi Siaran TV Analog ke Digital Mulai April 2022. Bagaimana Cara Beralih ke TV Digital?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka reproduksi kasus efektif (Rt) masih cukup tinggi, namun dalam sepekan terakhir Rt mengalami penurunan dari 1,18 menjadi 1,16.

Itu menunjukkan bahwa transmisi Covid-19 sedikit berkurang, terutama di Pulau Jawa, Bali, Maluku dan Papua. Sedangkan wilayah di luar Jawa-Bali yang memiliki angka Rt tertinggi adalah Pulau Sulawesi sebesar 1,19, dan Sumatera serta Kalimantan sebesar 1,17.

Baca Juga: Besok Digelar di Semarang, BKKBN Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting

Untuk kasus konfirmasi  harian, di luar Jawa-Bali per 26 Februari 2022 masih menunjukkan tren peningkatan, baik dari jumlah kasus harian maupun proporsinya secara nasional.

Proporsi Kasus Aktif di luar Jawa-Bali sebesar 31,7% dari kasus aktif nasional (183.448 kasus dari 578.535 kasus aktif nasional). Sumber transmisinya sebesar 99,5% dari transmisi lokal, dan hanya 0,5% dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

“Pemerintah selalu rutin memantau kondisi di setiap Kabupaten/Kota dan Provinsi, serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk antisipasi lebih lanjut,” tutur Menko Airlangga usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Minggu (27/2) seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman ekon.go.id.

Baca Juga: Apa sih Buraq yang Menjadi Tunggangan Nabi Muhammad SAW Saat Isra Miraj? Begini Penjelasan UAH

Airlangga juga menyebutkan beberapa Provinsi yang sudah melewati puncak kasus harian dan menunjukkan tren penurunan yakni Provinsi Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Sebaliknya, ada Provinsi yang masih menunjukkan tren kenaikan kasus harian, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Riau.

“Namun. di seluruh Provinsi tersebut, angka Perawatan RS masih relatif rendah, dan masih jauh lebih rendah dibandingkan saat varian Delta,” ujar Menko Airlangga.

Halaman:

Tags

Terkini