nasional

11 Fakta tentang Braille, Nomor 9 Bikin Bangga Indonesia

Jumat, 7 Januari 2022 | 05:46 WIB
Indonesia memiliki majalah berformat braille sejak 1959 bernama Gema Braille. Gema Braille adalah satu-satunya majalah berformat braille di Indonesia. (ilustrasi - pic. kemensos)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Selama ini masyarakat umum mungkin hanya mengetahui bahwa penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN) mengakses literasi  menggunakan huruf braille.

Namun, rupanya ada hal-hal menarik seputar braille yang belum banyak diketahui. Berikut sebelas fakta menarik tentang braille yang mungkin jarang terekspos, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Kemensos RI:

1. Sistem baca-tulis Braille dikembangkan oleh Louis Braille pada tahun 1820-an ketika dia masih menjadi murid di Royal Institute for Blind Youth di Paris. Sebelum kode revolusioner itu dikembangkan, yang digunakan untuk membantu tunanetra membaca adalah beragam sistem yang sebagian besar menggunakan huruf cetak timbul. Misalnya, buku taktil Valentin Haüy yang menampilkan versi huruf timbul dari alfabet Romawi. Kode penemuan Louis Braille dirancang untuk pengenalan taktil alih-alih visual, dan akhirnya memungkinkan tunanetra menulis secara mandiri.

Baca Juga: Tok! Akui Perkosa Tiga Mahasiswi, MKA Dikeluarkan dari UMY

Baca Juga: Flurona yang Bikin Heboh, Varian Baru Covid-19? Begini Penjelasannya

2. Braille bukan bahasa. Ia adalah kode taktil atau timbul yang memungkinkan tunanetra ataupun orang dengan gangguan penglihatan untuk membaca dan menulis melalui sentuhan, dengan berbagai kombinasi titik yang mewakili abjad, kata, tanda baca, dan angka.

3. Kode braille dalam setiap bahasa dapat berbeda untuk setiap aspeknya. Misalnya tanda = dalam bahasa Indonesia berbeda dengan tanda = dalam bahasa Inggris. Dalam bentuknya yang paling sederhana, satu huruf diwakili oleh satu simbol, tapi sistem tulisan braille mengenal yang dinamakan tulisan singkat (tusing) atau di tingkat internasional disebut contracted braille, di mana pada sistem ini, satu huruf atau simbol mewakili satu kata.

 Baca Juga: Ini Daftar Nama Calon Anggota KPU dan Bawaslu yang Diserahkan Kepada Presiden Joko Widodo

4. Tulisan braille memerlukan lebih banyak ruang pada lembaran halaman dibanding sistem tulisan biasa. Sebab itu, tusing atau contracted braille akan sangat berguna untuk menghemat ruang dan menulis lebih cepat.

5. Braille tidak hanya digunakan untuk menyalin dan menulis buku atau publikasi. Di berbagai negara, khususnya negara maju, Ia juga digunakan pada papan nama di ruang publik, seperti angka-angka pada lift, pintu, dan menu restoran, juga untuk memberi label pada barang sehari-hari seperti obat-obatan dan kartu tagihan.

6. Saat ini, pencatat braille elektronik (braille note taker) dan papan braille (braille display) memungkinkan penyandang tunanetra yang menguasai huruf braille untuk menjelajahi internet dan membaca halaman web dan email, serta menyimpan dan mengedit karya tulis mereka sendiri tanpa pembaca layar.

 Baca Juga: Yogjakarta Targetkan Pembelajaran Tatap Muka, PTM 100 Persen di Akhir Januari

7. Beberapa game klasik yang sangat populer telah mengadaptasi versi braille, misalnya Monopoly, Scrabble, dan Uno. Kartu remi braille juga tersedia sehingga memungkinkan tunanetra menikmati permainan ini bahkan bermain bersama teman dan keluarga. LEGO telah membuat LEGO Braille Bricks sebagai cara yang menyenangkan untuk mengajarkan braille.

8. Berlatih membaca dan menulis braille secara teratur dapat membantu meningkatkan kecepatan membaca. Sama seperti menguasai membaca dan menulis huruf cetak biasa, pembelajaran dan latihan teratur diperlukan untuk pembelajaran huruf braille.

Halaman:

Tags

Terkini