TITIKTEMU.CO JAKARTA - Hari-hari di sepanjang pekan terakhir 2021 akan diwarnai oleh derai hujan. Hampir semuanya, dari 342 zona musim di Indonesia, telah memasuki puncak musim hujan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, 96,8 persen wilayah Indonesia sudah berada dalam kondisi musim hujan. Kemungkinan, momen pergantian tahun harus dirayakan di tengah suasana mendung dan hujan.
Baca Juga: Duh! Dokumen Surat Keterangan KTP Sementara Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan
Baca Juga: Antisipasi Omicron: Pemerintah Minta Orang Tua Segera Vaksinasikan Anak
Kepala BMKG Profesor Dwikorita Karnawati mengatakan di samping variabel cuaca lokal yang dinamis, pihaknya juga memperingatkan ada pengaruh La Nina yang ikut aktif bermain.
Indeks Osilasi Pasifik Selatan yang menjadi indikator La Nina masih menunjuk angka -0,8, dengan pengaruh ringan.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Bali Jadi Destinasi Wisata Kesehatan
Tapi, di tengah musim hujan reguler, dengan angin monsunal yang basah, dan bibit siklon tropis yang datang dan pergi, ditambah lagi faktor dinamika atmosfir akibat perubahan iklim, pengaruh La Nina semakin kuat.
"Potensi cuaca ekstrem akibat La Nina sangat besar kemungkinan terjadi. Kami mohon untuk tetap waspada, dan tak memaksakan mengangkut penumpang jika cuaca tidak memungkinkan," ungkapnya.
Peringatan itu dikeluarkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Dwikorita juga berharap agar Syahbandar menunda Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika cuaca sedang buruk.
Baca Juga: Omicron Sudah Terdeteksi di 115 Negara, Pemerintah Imbau Jangan ke Luar Negeri Dulu
Terkait prediksi curah hujan, menurut Dwikorita, pada Desember 2021 dan Januari 2022, termasuk di periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), menunjukkan kecenderungan curah hujan pada kategori menengah hingga tinggi, yakni antara 100--500 mm per bulan. Pada sejumlah daerah ada kenaikan 70 persen dari rata-rata normal.
"Untuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, dan Jambi, puncak musim hujannya diperkirakan terjadi pada Desember. Sementara itu, puncak musim hujan di wilayah Sumatra Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT, diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022," Dwikorita menambahkan.
Baca Juga: Sosok KH Yahya Cholil Staquf di Mata Sang Adik, Gus Hanies Wabup Rembang