“Maksud kamu apa kasih peluru? Ini peluru di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari, saya minta pertanggungjawaban kamu ya,” tegasnya.
SPPG Sindangsari Telah Disuspend
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda yang diduga sebagai peluru senapan angin dalam menu MBG.
Namun, Fitra menjelaskan bahwa kejadian tersebut sebenarnya berlangsung sekitar 14-16 Agustus 2026, meski videonya baru ramai diperbincangkan di media sosial pada beberapa waktu terakhir.
Terkait SPPG Sindangsari, pihaknya menyatakan operasional dapur tersebut telah dihentikan sementara.
“Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend dan tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu asalnya dari mana,” ungkap Fitra kepada awak media.
Pihak KPPG masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui asal-usul benda tersebut. Karena proses pemeriksaan masih berlangsung, pihak terkait belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai laporan yang disampaikan.
SPPG Sebelumnya Disorot karena Menu Basi
Persoalan benda diduga peluru tersebut bukan menjadi kali pertama SPPG yang sama mendapat sorotan dari pihak sekolah.
Sebelumnya, Ida Yulia Mega juga pernah mengunggah video yang memperlihatkan makanan MBG yang disebut sudah tidak layak dikonsumsi.
Dalam video tersebut, Ida menunjukkan satu paket makanan yang terdiri dari telur mata sapi, sayuran, tempe, dan buah anggur.
Ia mengklaim tempe dan buah anggur yang diterima sekolah dalam kondisi busuk sehingga dikhawatirkan tidak aman untuk dikonsumsi para siswa.
Baca Juga: Viral Yel-yel “Ayo Maju, Jangan Ragu” Siswa SD di NTT, Rela Seberangi Sungai Deras demi Sekolah
“Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami,” ujar Ida dalam video yang viral pada Januari 2026.