nasional

Dijanjikan Lolos CPNS lewat Seleksi Susulan, Korban di Jatim Diduga Rugi Rp20 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:48 WIB
Foto Ilustrasi - Kasus penipuan modus penerimaan CPNS di Jawa Timur hingga menimbulkan dugaan kerugian hingga Rp20 miliar. (Instagram.com/@bpsdmjatim)

Baca Juga: Update Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 6 Semarang: 707 Siswa dan Guru Alami Gejala, Dinkes Masih Selidiki Penyebabnya

Ketut mengatakan besaran uang yang diminta berbeda-beda tergantung instansi yang ditawarkan.

“Contohnya, misalkan jika ingin masuk di instansi A dia harus merogoh kocek Rp700 juta, di instansi B dia merogoh kocek Rp500 juta. Berbeda-beda seperti itu,” ujarnya.

Korban Jalani Tes yang Disebut Mirip Seleksi Resmi

Dugaan penipuan tersebut semakin meyakinkan para korban karena mereka disebut sempat menjalani berbagai tahapan tes.

Tahapan yang dijalani antara lain tes akademik, pemeriksaan fisik, tes psikologi hingga pemeriksaan kesehatan.

Para korban juga disebut menerima sejumlah dokumen yang seolah-olah diterbitkan oleh lembaga negara. Dokumen tersebut antara lain berupa surat keputusan (SK) dan jadwal pelaksanaan tes dengan menggunakan kop surat resmi.

Namun, setelah dilakukan pengecekan kepada instansi yang bersangkutan, dokumen tersebut diduga tidak pernah diterbitkan oleh lembaga terkait.

“Para korban juga sudah mengecek dari instansi-instansi terkait, ternyata SK dan juga jadwal yang dikeluarkan itu tidak benar, adalah palsu,” jelas Ketut.

Ia menambahkan bahwa sejumlah dokumen yang diberikan kepada korban diduga menggunakan kop dan format resmi, tetapi tidak memiliki keabsahan.

“Surat-surat yang dikeluarkan juga palsu semua. Ada kop surat resmi, ada SK penunjukan, tapi palsu semua,” imbuhnya.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Unit Damkar dan 70 Personel Dikerahkan ke Lokasi

Sudah Bayar Ratusan Juta, Korban Tak Kunjung Lolos

Setelah mengikuti rangkaian proses yang disebut sebagai seleksi susulan, para korban ternyata tidak mendapatkan posisi atau kelulusan seperti yang sebelumnya dijanjikan.

Dalam laporan awal, terdapat lima korban yang melapor dengan total kerugian mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini