Bukan berarti membiarkan semuanya bebas.
Tetapi mengajak anak memahami konsekuensi dari keputusan mereka, sehingga mereka belajar mengatur diri sendiri, bukan hanya mengikuti aturan karena takut dimarahi.
Perhatian adalah Mata Uang Baru dalam Pengasuhan
Di era digital, perhatian menjadi sesuatu yang semakin langka.
Anak bersaing dengan notifikasi, rapat online, media sosial, dan berbagai distraksi lain untuk mendapatkan fokus orang tuanya.
Ironisnya, banyak anak yang memiliki kamar penuh mainan tetapi kekurangan waktu berkualitas bersama ayah atau ibunya.
Baca Juga: Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Menurut berbagai studi tentang perkembangan sosial-emosional, interaksi sederhana seperti mengobrol, membaca buku bersama, bermain tanpa gangguan gadget, atau sekadar mendengarkan cerita anak memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan.
Batasan Tetap Penting, Tetapi Bukan Segalanya
Tentu saja anak tetap membutuhkan aturan.
Mereka perlu tahu kapan harus tidur, bagaimana bersikap kepada orang lain, dan batas penggunaan teknologi.
Namun aturan hanyalah kerangka.
Yang membuat kerangka itu efektif adalah hubungan yang terbangun di dalamnya.