nasional

Anak Generasi Alpha Tidak Butuh Lebih Banyak Aturan — Mereka Butuh Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:58 WIB
Ilustrasi Anak Generasi Alpha Tidak Butuh Lebih Banyak Aturan (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-Banyak orang tua merasa tantangan membesarkan anak saat ini jauh lebih rumit dibanding generasi sebelumnya. Ketika anak sulit fokus, mudah terdistraksi, atau terlalu lama menatap layar, respons yang sering muncul adalah menambah aturan. Jadwal diperketat, larangan diperbanyak, dan pengawasan diperketat.

Namun pertanyaannya: apakah anak Generasi Alpha benar-benar membutuhkan lebih banyak aturan?

Belum tentu.

Justru banyak pakar perkembangan anak menilai bahwa tantangan terbesar Generasi Alpha bukan kurangnya aturan, melainkan kurangnya koneksi, kehadiran emosional, dan kesempatan untuk membangun kemampuan mengelola diri sendiri.

Baca Juga: Generasi yang Paling Rajin Terapi Justru Paling Susah Minta Maaf — Kenapa?

Siapa Itu Generasi Alpha?

Generasi Alpha umumnya merujuk pada anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 hingga pertengahan 2020-an. Mereka adalah generasi pertama yang sejak lahir hidup berdampingan dengan smartphone, kecerdasan buatan, media sosial, dan internet berkecepatan tinggi.

Jika generasi sebelumnya belajar teknologi, Generasi Alpha tumbuh di dalamnya.

Karena itu, kebutuhan mereka juga berbeda. Pendekatan pengasuhan yang efektif 20 atau 30 tahun lalu belum tentu memberikan hasil yang sama hari ini.

Baca Juga: Dari KJMU ke Kampus Dunia? Jakarta Siapkan Jalur Beasiswa yang Bisa Bawa Mahasiswa Sampai S3

Anak Generasi Alpha Butuh Hubungan, Bukan Sekadar Instruksi

Keyword utama dalam pengasuhan Generasi Alpha sebenarnya bukan disiplin, melainkan koneksi.

Penelitian dalam bidang perkembangan anak menunjukkan bahwa hubungan yang hangat antara orang tua dan anak berkontribusi besar terhadap kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kesehatan mental jangka panjang.

Baca Juga: Nggak Semua Orang Perlu Jadi Entrepreneur — dan Ini Bukan Pembelaan untuk Malas

Halaman:

Tags

Terkini