TITIKTEMU.CO-Konflik geopolitik global sering kali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan.
Namun, ketika sebuah kapal kargo raksasa milik Mediterranean Shipping Company (MSC) yang menuju Israel tertahan di Selat Hormuz, gaungnya langsung terasa hingga ke sebuah desa kecil di ujung barat Pulau Madura.
Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berada di dalam kapal yang kini menjadi pusat perhatian dunia tersebut.
Baca Juga: Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook Bikin Rekor! Film Zombie 'Colony' Guncang Box Office Korea
Ketiga pelaut tangguh tersebut adalah Muhammad Ahyar, Mashudi, dan Hariri.
Mereka bertiga merupakan warga asli Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan.
Menariknya, kabar mengenai nasib ketiga pria ini justru pertama kali viral di jagat maya sebelum dikonfirmasi oleh otoritas resmi.
Baca Juga: Dolar Mau Tembus Rp17.800, Menkeu Purbaya: Ini Gak Masuk Akal, Ekonomi Kita Lagi Bagus!
Kepala Desa Lajing, Moksin, mengaku terkejut saat pertama kali melihat potongan video kapal yang tertahan tersebut melintas di beranda media sosialnya.
Setelah mengamati dengan saksama, ia menyadari bahwa wajah-wajah yang ada di dalam video tersebut tidak asing lagi—mereka adalah warganya sendiri yang selama ini dikenal akrab.
Bagi masyarakat Desa Lajing, bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di luar negeri adalah hal yang lumrah.
Baca Juga: Libur Iduladha 2026 Tak Lagi Membosankan, Ini 5 Film Bioskop Baru yang Siap Menguras Emosi
Merantau mengarungi samudra menjadi jalan ninja bagi banyak pemuda setempat untuk mengubah nasib.
Meski kapal tempat mereka bekerja terjebak di area konflik akibat ketegangan antarnegara, Moksin optimis bahwa situasi ini tidak akan membahayakan keselamatan personal para kru.