TITIKTEMU.CO-Kabar kurang sedap kembali datang dari meja perdagangan mata uang.
Nilai tukar rupiah kedapatan kembali lunglai dan posisinya kini makin mengkhawatirkan karena hampir menyentuh angka Rp17.800 per dolar AS.
Pada penutupan pasar di hari Selasa, mata uang Paman Sam terpantau sukses menguat sebesar 0,29 persen atau naik sekitar 52 poin, yang membuatnya bertengger manis di level Rp17.795.
Baca Juga: Rupiah Anjlok tapi Kafe Tetap Penuh Sesak — Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Bikin Melek
Lonjakan grafik ini tentu saja langsung memicu riak kepanikan di kalangan masyarakat yang khawatir akan dampak domino pada harga barang pokok.
Banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah ini sinyal awal bahwa ketahanan finansial negara kita sedang dalam bahaya besar?
Melihat fenomena yang bikin publik ketar-ketir ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung angkat bicara memberikan respons menenangkan.
Dengan nada santai namun tegas, Purbaya menilai bahwa ambrolnya nilai tukar rupiah kali ini sebenarnya sama sekali tidak masuk akal.
Baca Juga: Rupiah Terpuruk ke Rp17.730, Pasar Tahan Napas Menunggu Keputusan Bersejarah BI Rate
Beliau menegaskan bahwa situasi di lapangan saat ini sangat kontradiktif karena fundamental ekonomi Indonesia sejatinya sedang dalam kondisi yang sangat prima.
Menurut kacamata sang menteri, pelemahan mata uang biasanya baru akan terjadi jika ada masalah atau gangguan serius pada pilar-pilar fundamental ekonomi domestik.
Namun, karena indikator makro kita justru menunjukkan rapor hijau, tren penurunan ini dinilai sebagai anomali pasar semata.
Baca Juga: Bank Dunia Minta Maaf, S&P Pertahankan Rating: Purbaya Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia 2026
Simulasi Aman, Anggaran Negara Gak Perlu Dirombak
Artikel Terkait
Profil Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), Awardee LPDP yang Di-Blacklist Menkeu Purbaya Usai Kontroversi WNI
Purbaya Perpanjang Deadline Pajak! Wajib Pajak Kini Punya Waktu Lebih Lama hingga April 2026
Isu APBN Tinggal Dua Minggu Hebohkan DPR, Menkeu Purbaya: Saya Sendiri Sampai Bingung!
Bank Dunia Minta Maaf, S&P Pertahankan Rating: Purbaya Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia 2026
Rupiah Terpuruk ke Rp17.730, Pasar Tahan Napas Menunggu Keputusan Bersejarah BI Rate
Rupiah Anjlok tapi Kafe Tetap Penuh Sesak — Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Bikin Melek