Namun, hasil penyelidi polisi berbeda. Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku, BHC dan MAK. Temuan ini berdasarkan hasil analisis dari keterangan saksi, rekaman CCTV, dan data kepolisian.
Penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk pergerakan pelaku sebelum dan setelah insiden terjadi.
Baca Juga: TNI Tahan 4 Anggota Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Perbedaan temuan antara TNI dan kepolisian menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antar lembaga penegak hukum.
Namun, kedua pihak sama-sama menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
Dengan sorotan yang begitu besar, kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika yang terjadi.***