Harga Emas Dunia Melemah, Tertekan Suku Bunga Tinggi dan Gejolak Global

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:05 WIB
Harga Emas Dunia Melemah, Tertekan Suku Bunga Tinggi dan Gejolak Global. (Blibli)
Harga Emas Dunia Melemah, Tertekan Suku Bunga Tinggi dan Gejolak Global. (Blibli)

TITIKTEMU.CO - Harga emas dunia kembali mengalami penurunan pada akhir perdagangan Selasa 24 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Pelemahan dipicu meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi secara global, di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan pasar internasional, harga emas di pasar spot turun sekitar 0,4 persen menjadi 4.389,26 dolar AS per ons.

Baca Juga: Comeback BTS Disambut Meriah, Tapi Saham HYBE Justru Ambruk, Ini Fakta Mengejutkannya!

Penurunan Menyentuh Level Terendah

Angka ini sempat menyentuh level terendah sejak November. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April terkoreksi 0,1 persen ke posisi 4.402 dolar AS per ons.

Penurunan harga emas ini tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global. Lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah membuat tekanan inflasi semakin tinggi.

Kondisi ini mendorong bank sentral di berbagai negara untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Dalam situasi seperti ini, emas sebagai aset safe haven justru kehilangan daya tariknya.

Sebab, berbeda dengan instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil, emas tidak menghasilkan bunga. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Jadwal Bank Buka Saat Lebaran 2026 yang Wajib Kamu Tahu

Prospek jangka Panjang Masih Positif

Analis komoditas global menilai jika konflik geopolitik terus berlanjut dan harga energi semakin meningkat, maka tekanan terhadap harga emas akan berlanjut, terutama dalam jangka pendek.

Meski begitu, prospek jangka panjang emas masih dinilai cukup positif. Ada harapan bahwa pada paruh kedua tahun ini, bank sentral seperti The Fed akan memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Jika suku bunga mulai turun dan dolar AS melemah, harga emas berpotensi kembali menguat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X