TITIKTEMU.CO - Media sosial dihebohkan kabar meninggalnya NS, anak 12 tahun asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya.
Setelah beredar video saat korban terbaring lemah di rumah sakit dan menyebut “Mamah” sebagai pelaku kekerasan, sehingga peristiwa ini memicu keprihatinan luas.
Serta munculkan desakan agar aparat mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan kekerasan dalam rumah tangga tersebut.
Video tersebut cepat menyebar dan memancing kemarahan warganet. Banyak pihak menilai kasus ini harus diusut secara transparan.
Publik menaruh perhatian besar pada keselamatan anak.
Baca Juga: FedEx di Tengah Badai Tarif AS: Saat Indonesia Jadi Magnet Relokasi dan Peluang Ekspor UKM
Ayah Kaget Lihat Kondisi Anak
Ayah NS, Anwar Satibi, mengetahui kondisi anaknya saat pulang dari luar kota. Ia sebelumnya menerima kabar bahwa anaknya hanya sakit.
Namun setibanya di rumah, ia mendapati tubuh NS penuh luka dan kulit melepuh.
Anwar mengaku sebelum berangkat kerja tidak ada tanda luka serius.
Perubahan kondisi yang drastis membuatnya curiga. Ia mendapat penjelasan bahwa anaknya mengalami demam.
Baca Juga: 105 Ribu Pikap dari India, Antara Ambisi Logistik dan Luka Industri Lokal
Dugaan Kekerasan Pernah Terjadi
Anwar juga mengungkap bahwa dugaan penganiayaan pernah terjadi sebelumnya. Ia sempat melaporkan istrinya ke polisi setahun lalu.
Namun proses tidak berlanjut setelah sang istri meminta maaf dan berjanji berubah.