Beberapa gazebo turut menghiasi area tersebut. Satu gazebo bergaya Jawa berada di bagian belakang, terlihat dari arah jalan, sementara gazebo putih berdiri tepat di tengah kompleks.
Susunan bangunan dibuat seimbang: tiga rumah di sisi kanan, tiga di sisi kiri, dengan gazebo sebagai titik pusatnya.
Teduh, Rapi, dan Terasa Terhenti
Pepohonan rindang membuat suasana di dalam kompleks tampak sejuk dan asri. Namun keteduhan itu justru mempertegas kesan sepi. Di luar pagar, sawah dan pepohonan liar masih mendominasi lanskap sekitar.
Beberapa mobil dan sepeda motor terlihat terparkir di depan rumah-rumah tersebut, tetapi tidak ada tanda-tanda aktivitas penghuni.
Kawasan itu seperti berhenti sejenak, menunggu arah cerita berikutnya.
Baca Juga: OTT Bekasi Jadi Babak Baru: Bupati Ade Kuswara Diamankan KPK di Tengah Rentetan Operasi Nasional
Warga Asli Kampung, Kaya Sejak Lama
Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya disamarkan mengungkapkan bahwa Ade Kuswara merupakan warga asli kampung tersebut.
Menurutnya, keluarga Ade dikenal sudah berkecukupan sejak lama, bahkan sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai bupati.
“Pak Ade itu asli sini dari bayi. Kalau saya mah pendatang. Dari dulu sebelum jadi bupati juga sudah ada. Memang sudah kaya dari dulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, enam rumah yang berada di dalam kompleks tersebut dihuni oleh orangtua dan saudara-saudara Ade Kuswara.
Kawasan itu disebut sebagai rumah bersama yang berkembang menjadi semacam kompleks keluarga privat.
“Bukan istana kecil lagi, rumahnya sudah gede. Ada enam rumah, rumah bapaknya, rumah kakak-kakaknya, dijadiin satu.Istilahnya ya kompleks pribadi,” tuturnya.
Kasus Suap yang Menyeret Keluarga