Sosok Kokoh Prio Utomo: Baru Dilantik, Langsung Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Ponorogo

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 12 November 2025 | 11:15 WIB
Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). Dari operasi itu, nama Kokoh Prio Utomo, orang kepercayaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Dok. KPK)
Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). Dari operasi itu, nama Kokoh Prio Utomo, orang kepercayaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Dok. KPK)

TITIKTEMU.CO - Ponorogo mendadak jadi sorotan nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025).

Dari operasi itu, nama Kokoh Prio Utomo, orang kepercayaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ikut terseret hanya beberapa jam setelah dilantik sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Momen pelantikan yang seharusnya menjadi awal baru justru berubah menjadi hari paling kelam dalam karier Kokoh.

Dalam hitungan jam, pejabat yang baru diangkat itu ikut diamankan penyidik KPK karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap yang juga menjerat Bupati Sugiri.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan 2025, IFG Kobarkan Semangat Kepahlawanan Lewat Aksi Nyata dan Kepedulian Sosial

Kronologi Kasus Suap yang Menjerat Pejabat Ponorogo

Kasus ini bermula pada awal tahun 2025, ketika Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, mendapat kabar akan dicopot dari jabatannya oleh Bupati Sugiri.

Tak ingin kehilangan posisinya, Yunus kemudian mencoba mencari jalan pintas.

Ia menghubungi Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Pramono, untuk meminta bantuan agar tidak digantikan.

Sebagai imbalan, Yunus menyerahkan sejumlah uang kepada pihak tertentu yang diduga dekat dengan Bupati.

Dalam penyelidikan KPK, terungkap bahwa uang suap tersebut diberikan secara bertahap: Rp400 juta pada Februari 2025, Rp325 juta pada pertengahan tahun, dan kemudian Rp1,5 miliar yang diminta langsung oleh Sugiri pada awal November 2025.

Pada tanggal 7 November, hari yang sama dengan pelantikan Kokoh Prio Utomo, uang sebesar Rp500 juta dikabarkan dicairkan melalui koordinasi sejumlah pihak, termasuk pegawai bank dan rekan dekat Yunus.

Namun langkah itu justru menjadi titik balik ketika KPK mencium adanya transaksi mencurigakan dan langsung bergerak cepat melakukan OTT.

Sosok Kokoh Prio Utomo di Balik Jabatan Baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: KPK

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X