nasional

Kisah Kayu-kayu Hanyut yang Mengabarkan Rusaknya Ekologi di Sumatera

Senin, 8 Desember 2025 | 18:05 WIB
Kayu-kayu Hanyut yang Mengabarkan Krisis Ekologi di Sumatera. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

TITIKTEMU.CO - Banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tidak hanya menyisakan lumpur dan reruntuhan bangunan.

Ribuan gelondongan kayu berdiameter puluhan sentimeter hingga satu meter terdampar di perkampungan warga, dan sisa-sisa bangunan.

Fenomena  ini menjadi tanda rusaknya hutan dan ambruknya daerah aliran sungai di Sumatera. Kayu-kayu yang hanyut dan kemudian terdampar seperti mengabarkan krisis ekologi yang parah.

Baca Juga: KLH Hentikan Operasi Empat Perusahaan di Batang Toru, Diduga Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera  

Ketika Hutan Datang Menghantam Rumah

Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, sebuah gelondongan kayu sebesar lingkaran pelukan manusia dewasa teronggok di tengah permukiman yang luluh lantak.

Warga tidak pernah membayangkan bahwa kayu yang jelas-jelas bekas tebangan manusia bisa terseret hingga menghancurkan rumah, musala, dan fasilitas umum.

Nurbaeti, warga setempat, masih tertegun mengingat pagi naas itu. Banjir di Garoga memang sering datang setiap musim hujan, tapi tidak pernah membawa amukan seperti kali ini.

“Biasanya hanya segini, sebetis. Tapi banjir kedua itu tiba-tiba menghantam semuanya,” tuturnya.

Dia sedang berjualan martabak di pasar kecamatan ketika air bah datang. Suami dan anak-anaknya berlari menuju jembatan penghubung Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah yang kini terputus.

Baca Juga: Profil Ignatius Ari Djoko Purnomo, Komisaris Utama Toba Pulp Lestari: Isu Lingkungan dan Kontroversi yang Terus Mengiringi

Gelombang Kayu dari Hulu yang Gundul

Warha yang lain, Ida Rohana Simamora, menyaksikan pemandangan yang lebih mencengangkan. Ribuan kubik kayu meluncur seolah hulu gunung runtuh. Tak hanya kayu gelondongan, juga batang-batang sawit.

“Dari gunung itu… kayunya longsor dari lahan sawit,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini