TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto meminta Mendagri Tito Karnavian memproses pencopotan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS. Mirwan diketahui pergi umrah ketika wilayahnya dilanda banjir dan longsor.
Halitu disampaikan Prabowo dalam rapat percepatan penanganan bencana di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu 7 Desember 2025.
Menurut presiden, keputusan Mirwan meninggalkan wilayahnya saat bencana sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Update BNPB, Bencana Sumatera: 914 Orang Meninggal, 389 Lainnya Masih Hilang
“Kalau yang mau lari, lari saja enggak apa-apa. Dicopot Mendagri bisa, ya diproses,” ujarnya dilansir dari Antara.
Prabowo membandingkan tindakan itu dengan istilah desersi dalam dunia militer, yaitu meninggalkan anak buah saat dalam bahaya.
“Saya tidak peduli dari partai mana kepala daerah tersebut berasal. Bagi saya, kesigapan dan komitmen pemimpin daerah dalam menghadapi krisis dan melindungi warganya.”
Baca Juga: Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra
Prabowo Apresiasi Kepala Daerah
Di tengah kritiknya, Prabowo tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota yang tetap bekerja membantu evakuasi dan pemulihan daerahnya.
Dia mengakui situasi di sejumlah wilayah sangat berat, dengan banyaknya ladang pertanian rusak dan rumah warga yang harus dibangun kembali.
“Sawah-sawah banyak yang rusak, irigasi penting, dan banyak perumahan yang harus kita bantu bangun kembali,” kata Prabowo.
Dia menegaskan pemimpin daerah dipilih untuk menghadapi kesulitan, bukan menghindarinya. Oleh sebab itu, ia meminta Menteri Dalam Negeri menindak tegas pejabat yang memilih meninggalkan rakyatnya saat bencana.
Baca Juga: Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah