nasional

Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah

Jumat, 5 Desember 2025 | 20:58 WIB
Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah. (ANTARA FOTO/Suhendra )

Baca Juga: Hikayat Kopi di Tanah Gayo: Warisan Tradisi dan Ketekunan dari Ujung Barat Nusantara

Jika akses sudah terbuka, maka distribusi bisa berlangsung sangat cepat bahkan bisa kurang dari 24 jam.

Namun kondisi ideal ini jarang terjadi di Sumatra Utara, Sumatera Barat, dan Aceh saat ini. Jalur darat terputus, listrik mati berhari-hari, dan sinyal komunikasi hilang di banyak titik. Situasi ini pun membuat distribusi terhambat total.

Praz Teguh, salah satu penggalang dana, bahkan harus bekerja sama dengan relawan dan TNI AU agar bantuan bisa diangkut menggunakan helikopter menuju daerah terisolasi di Agam, Sumatera Barat.

Pasalnya, tanpa dukungan logistik udara, bantuan tidak mungkin mencapai lokasi terdampak, dan menyentuh orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga: Bupati Samosir Imbau Warga Tolak Bantuan dari Toba Pulp Lestari

Kebutuhan Transparansi di Tengah Krisis

Selain itu, besarnya dana publik yang dikelola membuat transparansi menjadi aspek penting. Aspek inilah yang acapkali luput dari perhatian publik.

Kitabisa memastikan seluruh transaksi bisa dipantau melalui fitur Kabar Terbaru. Jumlah donasi, penggunaan dana, hingga update penyaluran dapat dilihat secara real-time oleh publik.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan sekaligus memastikan bantuan tidak terhenti di tengah jalan.

Sementara itu, Amartha Empower menerapkan audit tahunan oleh akuntan publik. Setiap pengeluaran dan penyaluran dicatat dan diperbarui secara rutin agar donasi benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

Seperti halnya kitabisa dan Amartha Empower, Ferry dari Malaka Project memastikan seluruh dana donasi akan disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan di lapangan.

Baca Juga: Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup

Akses Terputus, Logistik Mahal, Relawan Terbatas

Head of Amartha Empower, Gigih Septianto, mengakui distribusi bantuan tak selalu berjalan mulus.

Halaman:

Tags

Terkini