“Momen ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan, memperkuat sinergi antara akademisi dan industri, serta membangun ekosistem asuransi modern berbasis riset, inovasi, dan empati,” ujar Ibrahim.
Baca Juga: Beasiswa Impian ke Denmark 2025: Tanpa Batas Usia, Tanpa Ribet, Bisa Masuk Kampus Terbaik Dunia!
Menurutnya, asuransi harus menjadi produk yang dekat dengan masyarakat, menjadi pilihan proteksi yang dibutuhkan, bukan sekadar sesuatu yang ditawarkan.
Melalui IFG Research Dissemination 2025, IFG menegaskan langkah besarnya untuk menghadirkan industri asuransi yang lebih cerdas, inklusif, dan berbasis bukti ilmiah.
Kolaborasi lintas universitas dan pemanfaatan teknologi analitis modern menjadikan riset sebagai tonggak utama dalam membangun produk yang tepat guna bagi masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih human-centered, IFG berharap industri asuransi dapat semakin dipercaya dan menjadi bagian penting dari kesejahteraan finansial masyarakat.***