nasional

Mendorong Asuransi yang Dibeli, Bukan Dijual: IFG Dorong Industri Berbasis Riset dan Empati

Sabtu, 29 November 2025 | 06:05 WIB
IFG perkuat industri asuransi berbasis riset untuk tingkatkan inklusi dan kesadaran perlindungan risiko. (Dok IFG)

Riset juga mempersiapkan industri menghadapi tantangan modern seperti digitalisasi, perubahan perilaku konsumen, transformasi ekonomi, serta penerapan prinsip ESG sebagai standar keberlanjutan.

Baca Juga: BLT Kesra Rp 900 Ribu Cair Lagi! Begini Cara Cek Status Bantuan Hanya Modal KTP

Kolaborasi Riset, Teknologi, dan Pendekatan Regional

Melalui IFG Progress sebagai think-tank strategis sektor keuangan non-bank, IFG memperluas skala kolaborasi riset dengan universitas di berbagai daerah.

Head of IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, menjelaskan bahwa pendekatan riset yang digunakan mencakup behavioural economics, data mikro, machine learning, hingga pemodelan statistik dan survei primer.

Pendekatan ini bertujuan mengungkap karakteristik masyarakat yang berbeda-beda berdasarkan wilayah, generasi, hingga ekosistem digital.

Temuan riset dari kampus mitra turut menjadi pijakan pengembangan strategi asuransi:

• Universitas Brawijaya: pemetaan generasi digital

• Universitas Nusa Cendana: persepsi risiko kekeringan dan microinsurance

• Universitas Sam Ratulangi: literasi keuangan dan preferensi produk

• Universitas Indonesia: hubungan risk-taking dan performa kewirausahaan

• UII: strategi komunikasi berbasis perilaku

Hasil kajian tersebut menjadi landasan untuk merancang penetrasi produk yang lebih terarah, tepat sasaran, dan relevan untuk berbagai segmen masyarakat.

Membangun Ekosistem Asuransi Modern Berbasis Empati

IFG menargetkan penguatan posisinya sebagai ekosistem jasa keuangan non-bank terbesar di Indonesia. Dengan strategi berbasis riset, IFG ingin memperluas inklusi asuransi sekaligus mempercepat implementasi prinsip ESG dalam praktik bisnis.

Halaman:

Tags

Terkini