TITIKTEMU.CO - Langkah cepat diambil Paku Buwono XIV Purbaya setelah resmi naik tahta sebagai Raja Keraton Surakarta. Empat hari pasca penobatan, dia meresmikan struktur Bebadan, semacam kabinet pemerintahan.
Pembentukan ini menjadi penanda awal arah kepemimpinannya sekaligus konsolidasi politik budaya di tengah dinamika dualisme Keraton yang masih berlangsung.
Pengumuman susunan Bebadan yang digelar pada Rabu 19 November 2025 dan langsung menarik perhatian masyakarat, terutama Solo, dan pegiat budaya.
Baca Juga: Setelah Penobatan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai Raja Baru, Bagaimana Masa Depan Keraton Surakarta?
Bebadan sendiri memiliki fungsi strategis, mulai dari administrasi, pelaksanaan kebijakan raja, urusan adat, hingga manajemen keputren. Kabinet inilah yang berperan dalam jalannya roda pemerintahan.
Melalui kebijakan awal ini, PB XIV ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya bukan hanya bersifat simbolik, melainkan nyata dan terorganisasi.
Pembentukan struktur Bebadan tersebut menjadi tonggak baru dalam membangun sistem Keraton yang lebih terarah, profesional, dan adaptif.
Baca Juga: Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!
Kombinasi Tradisi dan Modernisasi
Juru Bicara Raja, KPA Singonagoro, menyampaikan pemilihan pejabat dalam Bebadan melibatkan pertimbangan tradisional, akademik, profesional, dan kepakaran lintas disiplin.
Dalam struktur baru ini, PB XIV juga menempatkan para sesepuh dan tokoh adat sebagai bagian dari Paranpara Nata, yakni dewan penasihat terdekat Raja.
Langkah tersebut menunjukkan penghormatan PB XIV pada nilai leluhur, sekaligus memastikan kebijakan strategis Keraton tetap berpijak pada warisan budaya Jawa.
Tidak berhenti di situ, hadir pula staf ahli dari kalangan profesor dan pakar multidisiplin, mencerminkan modernisasi tata kelola keraton.
Kehadiran akademisi di struktur pemerintahan adat menjadi bukti bahwa PB XIV ingin membuka pintu Keraton ke arah pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan budaya yang berkelanjutan.