Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!  

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 November 2025 | 17:23 WIB
Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!   (ANTARAFOTO/Maulana Surya)
Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!   (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

TITIKTEMU.CO - Keraton Kasunanan Surakarta menegaskan bahwa jumenengan Pakubuwono XIV untuk Gusti Purbaya pada Sabtu 15 November 2025 sudah sah dan final.

KGPH Benowo, adik mendiang PB XIII, menyebut seluruh rangkaian acara, mulai pembacaan sabda dalem, kirab, hingga penetapan resmi dilakukan sebagai langkah memperkenalkan raja baru kepada masyarakat.

Menurut Benowo, penting bagi warga untuk mengetahui bahwa Keraton Surakarta kini memiliki penerus takhta yang sah setelah wafatnya PB XIII.

“Perlu agar masyarakat tahu bahwa di keraton sudah ada pengganti yang baru, yaitu Sinuwun PB XIV,” ujarnya kepada media.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowon I dan Mangkunegara    

Penolakan Tidak Mengubah Legitimasi

Terkait pihak-pihak yang menolak penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV, Benowo menganggap dinamika perbedaan itu wajar, dan sudah sering terjadi dalam sejarah suksesi kerajaan.

Dia menegaskan bahwa memilih penerus adalah hak prerogatif raja sebelumnya, bukan berdasarkan urutan usia atau keinginan pihak lain.

“Lebih tua bukan berarti harus menjadi raja. Dari dulu selalu ada yang cocok dan tidak cocok. Yang memilih itu bapaknya, dan itu urusan antara beliau dengan Tuhan,” jelasnya.

Benowo juga menyatakan tidak mungkin ada dua orang yang menjadi raja secara bersamaan. Baginya, jika ada yang tetap ingin menolak, itu adalah konsekuensi yang harus ditanggung masing-masing pihak.

“Kalau kuat ya berjalan, kalau tidak kuat pasti akan tumbang,” katanya.

Baca Juga: Begini Kronologi Kisruh Dua Raja di Keraton Surakarta dari Awal hingga Kini

Tidak Menghadiri Undangan Rapat Keluarga  

Benowo kemudian menyinggung rapat keluarga yang digelar Lembaga Daerah Adat pada Kamis (13/11/2025). Dia mengaku awalnya berniat datang, namun akhirnya batal karena merasa ada yang janggal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X