Menurutnya, pertemuan hari itu seharusnya hanya membahas masa depan keraton setelah wafatnya PB XIII.
Namun secara tiba-tiba, proses penobatan dilakukan tanpa pemberitahuan kepadanya terlebih dahulu.
Tedjowulan pun mengungkapkan bahwa ia terpaksa memberi restu lantaran situasinya sudah terlanjur berjalan dan banyak pihak mendesak agar takhta segera dialihkan.
Padahal, ia sebelumnya meminta agar prosesi resmi dilakukan setelah 40 hari masa berkabung.
Baca Juga: 15 Prompt Gemini AI untuk Edit Foto Golden Hour yang Natural dan Realistis
Penobatan Mendadak, Tedjowulan Merasa Terkejutan
Dalam pernyataannya, Tedjowulan menegaskan bahwa ia sempat mempertanyakan alasan semua berjalan begitu cepat.
Ia sendiri baru menyadari bahwa Hangabehi tiba-tiba diangkat menjadi Pangeran Pati atau putra mahkota saat rapat berlangsung.
Agenda penting itu sama sekali tidak masuk dalam informasi yang ia terima sebelumnya, sehingga membuatnya berada dalam posisi sulit untuk menolak.***