Menurutnya, pertemuan hari itu seharusnya hanya membahas masa depan keraton setelah wafatnya PB XIII.
Namun secara tiba-tiba, proses penobatan dilakukan tanpa pemberitahuan kepadanya terlebih dahulu.
Tedjowulan pun mengungkapkan bahwa ia terpaksa memberi restu lantaran situasinya sudah terlanjur berjalan dan banyak pihak mendesak agar takhta segera dialihkan.
Padahal, ia sebelumnya meminta agar prosesi resmi dilakukan setelah 40 hari masa berkabung.
Baca Juga: 15 Prompt Gemini AI untuk Edit Foto Golden Hour yang Natural dan Realistis
Penobatan Mendadak, Tedjowulan Merasa Terkejutan
Dalam pernyataannya, Tedjowulan menegaskan bahwa ia sempat mempertanyakan alasan semua berjalan begitu cepat.
Ia sendiri baru menyadari bahwa Hangabehi tiba-tiba diangkat menjadi Pangeran Pati atau putra mahkota saat rapat berlangsung.
Agenda penting itu sama sekali tidak masuk dalam informasi yang ia terima sebelumnya, sehingga membuatnya berada dalam posisi sulit untuk menolak.***
Artikel Terkait
Cara Update PUBG Mobile ke Versi 4.1: Nikmati Fitur Arena Esports & Frosty Funland
Glamping Tawangmangu D'Lawu Mountain Cottage Harga Rp 600 Ribuan
Pilihan Glamping Murah Tawangmangu untuk Keluarga, Pasangan dan Solo Traveler
Kasus Bullying di SMPN 1 Blora: Korban Masih Trauma dan Belum Masuk Sekolah, Begini Kronologinya
Promo JSM Indomaret 14–16 November 2025, Produk Rumah Tangga Turun Harga
Belanja Hemat Akhir Pekan! Ini Katalog Promo JSM Superindo 14–16 November 2025
Promo JSM Alfamart 14–16 November 2025: Belanja in Hemat dengan Diskon Jumbo!
15 Prompt Gemini AI untuk Edit Foto Golden Hour yang Natural dan Realistis
Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya
Raja Kembar Keraton Surakarta, Dua Kubu Sama-sama Klaim Gelar Paku Buwono XIV