nasional

Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya

Senin, 3 November 2025 | 21:23 WIB
Prosesi Pemakaman PB XIII di Imogiri: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya. (ANTARA FOTO/Maulana Surya.)

Rute panjang ini akan menjadi perjalanan penuh penghormatan, di mana masyarakat Solo dan sekitarnya berkesempatan menyaksikan kirab terakhir sang raja sebelum beliau disemayamkan di makam leluhur Mataram.

Baca Juga: Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai

Astana Raja-Raja Imogiri, Makam Para Raja Mataram

Tempat peristirahatan terakhir PB XIII adalah Astana Imogiri, kompleks makam yang dibangun Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram Islam, sekitar tahun 1632.

Lokasinya berada di perbukitan Gunung Merak, Bantul, Yogyakarta. Kompleks makam ini juga dikenal juga sebagai Pajimatan Imogiri, dari kata ‘jimat’ yang berarti pusaka.

Sultan Agung sendiri menjadi raja pertama yang dimakamkan di kompleks tersebut. Sejak itu, Imogiri menjadi tempat peristirahatan bagi para raja dan keturunan Kerajaan Mataram Islam.

Bahkan setelahkerajaan ini terpecah menjadi dua, Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, melalui Perjanjian Giyanti tahun 1755.

Meski terpisah secara pemerintahan, kedua kerajaan ini tetap memiliki hubungan spiritual dan genealogis yang erat, serta tanggung jawab bersama dalam pemeliharaan dan pelestarian.

Baca Juga: Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta

Struktur Kompleks Makam Imogiri

Kompleks makam Imogiri terbagi menjadi tiga kelompok utama, yang disusun dari barat ke timur:

Makam Raja-Raja Mataram Islam, tempat dimakamkannya Sultan Agung dan keturunannya.

Makam Raja-Raja Kesultanan Yogyakarta, yang menaungi Sultan Hamengkubuwono beserta keluarga keraton Yogyakarta.

Makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta, tempat para Paku Buwono dari Surakarta dimakamkan, termasuk PB X, PB XII, dan kini PB XIII.

Setiap kelompok makam memiliki gapura dan tangga terpisah dengan jumlah anak tangga berbeda, sesuai dengan filosofi spiritual Jawa.

Halaman:

Tags

Terkini