Pada Agustus 2023, namanya sempat menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Bundaran Gladak, Kota Solo.
Dari rekaman CCTV, mobil Pajero putih yang dikendarainya melaju dan bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai warga Sragen.
Purbaya disebut tidak berhenti, dan memilih melajukan mobilnya. Peristiwa itu memicu kabar dia melakukan aksi tabrak lari.
Namun, melalui kuasa hukumnya, Purbaya membantah tuduhan itu. Dia mengaku sempat panik karena banyak warga berkerumun di lokasi, dan takut menjadi sasaran amuk massa.
Keesokan harinya, Purbaya bersama kuasa hukumnya mendatangi Polresta Surakarta untuk menyelesaikan kasus itu melalui restorative justice atau penyelesaian damai. Kedua pihak kemudian berdamai.
Baca Juga: Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Harapan Baru untuk Keraton Surakarta
Terlepas dari berbagai kontroversi, Gusti Purbaya kini menjadi tumpuan harapan baru bagi kelangsungan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Penobatannya sebagai putra mahkota di usia muda dipandang sebagai simbol regenerasi di tubuh kerajaan yang sarat sejarah dan tradisi.
Banyak kalangan berharap, Purbaya bisa membawa angin segar bagi keratin, menjadi pemimpin yang bijak, modern, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Jawa.
Di tengah dinamika politik internal yang kerap menghiasi kehidupan keraton, kehadiran sosok muda dengan latar pendidikan hukum dinilai penting untuk memperkuat posisi lembaga adat di era modern.***