nasional

Coretax Rp1,3 Triliun: Drama Pajak Digital, Programmer ‘Lulusan SMA’, dan Tanda Tanya Besar di Balik Layar

Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:41 WIB
kisruh proyek Coretax, sistem pajak digital besutan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini tengah disorot publik. (Dok. DJP)

TITIKTEMU.CO - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS, Muhammad Kholid, buka suara soal kisruh proyek Coretax, sistem pajak digital besutan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini tengah disorot publik.

Dengan anggaran mencapai Rp1,3 triliun, proyek ini diharapkan menjadi lompatan besar menuju era perpajakan modern. Sayangnya, impian itu justru kandas di tengah jalan.

“Kalau proyek sebesar ini malah bikin repot pengguna, berarti ada yang keliru dari tujuan awalnya,” ujar Kholid di Jakarta.

Ia pun mendorong agar Kemenkeu bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit menyeluruh untuk memastikan ke mana larinya uang rakyat sebesar itu.

Baca Juga: 695 Siswa Gunungkidul Keracunan Program Makan Bergizi Gratis: Ketika Niat Baik Tak Selalu Berujung Manis

Aplikasi Canggih, Tapi Programmernya?

Kegaduhan soal Coretax semakin ramai setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta mencengangkan: sistem senilai triliunan rupiah itu digarap oleh programmer sekelas lulusan SMA.

Padahal, vendor yang dipercaya bukan perusahaan ecek-ecek — melainkan LG CNS-Qualysoft, raksasa teknologi asal Korea Selatan.

“Indonesia sering dikibuli. Begitu lihat ada label asing, langsung percaya.

Padahal, ini bukan K-Pop,” kata Purbaya dengan nada satir.

Pernyataan itu sontak mengundang reaksi publik, memunculkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin proyek raksasa bisa lolos tanpa pengawasan ketat?

Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Dimaksud Luhut Saat Sebut Whoosh Proyek Busuk?

Desakan Audit dan Pemeriksaan Mantan Pejabat

Bukan hanya DPR yang menyoroti, Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) juga ikut turun tangan.

Halaman:

Tags

Terkini