nasional

Pajak Bukan untuk Menyiksa: Strategi Purbaya Menunggu Ekonomi Tumbuh Sebelum Menarik Lebih Banyak

Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Menkeu Purbaya sebut pemerintah tak akan menaikkan pajak sebelum pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 6 persen. (Instagram/purbayayudhi_official)

TITIKTEMU.CO - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan satu hal penting yang mungkin melegakan banyak orang: pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak sebelum ekonomi Indonesia benar-benar kuat—setidaknya tumbuh di atas angka 6 persen.

Menurutnya, menaikkan pajak saat ekonomi belum stabil justru akan menjadi bumerang bagi rakyat dan dunia usaha.

Baca Juga: Prabowo Murka Soal Narkoba Masuk Lewat Laut: Kapal Mendarat Jam 1 Pagi, Pasti Niatnya Busuk!

Menunda Kenaikan Pajak Demi Nafas Ekonomi Rakyat

Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Purbaya berbicara lugas, bahkan dengan nada optimistis.

“Saya baru akan menaikkan pajak kalau pertumbuhan sudah di atas 6 persen,” ujarnya, disambut tawa ringan para peserta.

Ia menambahkan, pada titik itu, masyarakat akan merasa lebih siap dan bahkan “senang” membayar pajak karena ekonomi sudah bergerak cepat dan penuh peluang.

Pesannya sederhana namun tegas: jangan bebani masyarakat saat mereka masih berjuang memulihkan ekonomi.

Purbaya mencontohkan beberapa daerah yang sempat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan hasilnya justru membuat warga cemas.

“Kalau saya naikin pajak sekarang, Anda malah tambah susah,” ujarnya.

Baca Juga: Biaya Haji 2026 Turun, tapi Tetap Fantastis: Cuma Gimmick Angka?

Pajak Harus Kembali ke Rakyat

Lebih jauh, Purbaya menyoroti filosofi dasar pajak: uang rakyat harus kembali ke rakyat.

Artinya, setiap rupiah yang ditarik dari masyarakat seharusnya cepat diputar kembali melalui kebijakan publik yang menciptakan lapangan kerja, infrastruktur, dan kegiatan ekonomi baru.

Halaman:

Tags

Terkini