TITIKTEMU.CO - Kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Timothy Anugerah Saputra, masih menjadi perbincangan serius di tengah masyarakat.
Pria berusia 22 tahun itu ditemukan tak bernyawa setelah jatuh dari lantai empat Gedung FISIP pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Peristiwa ini menyisakan banyak tanda tanya, terutama setelah muncul dugaan bahwa kematiannya berkaitan dengan perundungan di lingkungan kampus.
Namun, penyelidikan terbaru dari pihak kepolisian justru mengarah pada fakta yang berbeda dari rumor yang beredar.
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, menyampaikan bahwa dari 19 saksi yang telah diperiksa, kecil kemungkinan Timothy menjadi korban bullying.
Baca Juga: Kesempatan Emas: Fully Funded Scholarship di Doha Institute 2026 untuk Master dan PhD
Polisi Temukan Fakta Baru dari Keterangan Saksi
Dalam konferensi pers terbaru, Kompol Laksmi menjelaskan bahwa para saksi—yang terdiri dari teman kuliah, rekan organisasi, hingga pihak kampus—justru menggambarkan Timothy sebagai sosok yang cerdas, kritis, dan disegani banyak orang.
"Korban dikenal sebagai pribadi yang tegas dan argumentatif. Rekan-rekannya justru menghormati dia. Jadi kemungkinan dia dibully itu sangat kecil," ujar Laksmi.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi liar yang beredar di media sosial.
Meski begitu, polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian sebenarnya.
Apalagi, banyak hal yang belum terjawab, termasuk kondisi psikologis almarhum sebelum kejadian.
Ibu Korban Minta Kasus Tidak Diperpanjang