Vegetasi Bambu dan Lahan Kering Diduga Mempercepat Api
Yogi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Menurutnya, kobaran api dapat menyebar dengan cepat karena kondisi lahan yang kering serta banyaknya vegetasi bambu di sekitar area yang terbakar.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi perhatian, terlebih api sempat dikhawatirkan bergerak menuju permukiman warga.
Karena itu, petugas memusatkan penanganan pada pengendalian api sekaligus melindungi rumah-rumah penduduk dari potensi rambatan kebakaran.
Penyebab Karhutla Gunung Geulis Masih Diselidiki
Meski faktor kondisi lahan dan vegetasi disebut turut memengaruhi cepatnya penyebaran api, penyebab awal kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Banjarbaru Kalsel, Warga Keluhkan Jarak Pandang Hanya 10 Meter
Pihak berwenang masih melakukan kajian untuk mengetahui sumber munculnya api.
“Penyebab kejadian masih dalam kajian,” jelas Yogi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi tambahan mengenai penyebab pasti kebakaran maupun adanya korban dalam peristiwa karhutla yang melanda kawasan Gunung Geulis, Sukabumi.
Penanganan di lokasi menjadi langkah utama untuk memastikan api tidak kembali meluas dan mengancam permukiman warga di sekitar kawasan terdampak.***
Artikel Terkait
17 Tahun Konsisten, BRI Beri Dana Pendidikan untuk 76 Paskibraka Tingkat Pusat
Pengakuan Korban Selamat Kebakaran Kos Tebet Jaksel: Lompat dari Lantai 2 karena Tangga Dilalap Api
Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Banjarbaru Kalsel, Warga Keluhkan Jarak Pandang Hanya 10 Meter
Viral Pejabat BNPB Wawancara dari Kafe Saat Gempa NTT, Ini Alasan Sebenarnya
Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Saatnya Kita Hadir dan Bantu Mereka Bangkit